Kampung Tua Surabaya

Kampung Tua Lawang Seketeng Kini Jadi kampung Wisata Heritage

Kawasan kampung tua di Surabaya bertambah lagi, Pemkot urabaya memperkenalkan kawasan Kampung Lawang Seketeng, Peneleh sebagai kawasan heritage

Kampung Tua Lawang Seketeng Kini Jadi kampung Wisata Heritage
Surya/Achmad Zaimul Haq
Rumah arsitektur lawas banyak ditemui di kampung heritage Lawang Seketeng. 

Suryatravel.Com -  Kawasan kampung tua di Surabaya bertambah lagi, Pemerintah Kota Surabaya memperkenalkan kawasan Kampung Lawang Seketeng Kelurahan Peneleh sebagai kampung heritage di Surabaya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya, Antiek Sugiharti menjelaskan, mulai saat ini kawasan kampung Lawang Seketeng  bisa dikunjungi sebagai wisata yang menyuguhkan pemandangan kampung wisata sejarah di Kota Surabaya.

"Kawasan kampung Lawang Seketeng sekarang sudah siap dikunjungi sebagai salah satu kawasan wisata kampung tua, dan ini sudah siap untuk dikunjungi," kata Antiek.

Antiek mengatakan, pihaknya sengaja belum meresmikan kawasan itu sebagai wisata kampung heritage. Rencanannya dalam waktu dekat  Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini yang akan secara langsung meresmikan kawasan tersebut.

Menurut Antiek, pihaknya masih menjadwalkan untuk dibuka secara formal oleh Wali Kota perempuan pertama di Surabaya itu. "Belum dibuka secara resmi, ini baru pengenalan yang membuka resmi tentunya Bu Wali Kota," terang Antiek.

Meski  demikian, kata Antiek  kawasan itu sudah bisa  dikunjungi sebagai kawasan wisata sejarah. "Selama ini masyarakat sudah mulai mengenal dan tahu, lalu sebagian juga sudah  berkunjung," imbuhnya.

Kampung Lawang Seketeng yang berada di Kelurahan Peneleh, Kecamatan Genteng Surabaya ini, memiliki histori serta beberapa keunikan yang dapat menjadi jujukan wisata heritage.

Diantaranya, adaalah bangunan rumah tua jaman Belanda, Langgar Dukur kayu yang sudah berdiri sejak tahun 1893 hingga saat ini berdiri kokoh sebagai tempat ibadah di wilayah itu. 

Konon, Langgar Dukur Kayu itu menjadi tempat Soekarno mengaji serta menjadi tempat berkumpulnya para tokoh di masa pra kemerdekaan.

Selain itu, di dalam Langgar Dukur itu terdapat Al-Quran kuno yang masih terawat dan memiliki watermark dari kerajaan Belanda dan banyak tempat-tempat bersejarah yang dapat dikunjungi, termasuk beberapa makam tokoh yang berada di kawasan Lawang Seketeng (Yusron Naufal Putra) 

Ikuti kami di
Editor: Wiwit Purwanto
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved