Taneyan Lanjhang Edu Wisata, Rumah Khas Pamekasan, Berkonsep Kebudayaan Dan Sejarah.

Warga sete mpat mengenal tempat wisata itu dengan sebutan 'Taneyan Lanjhang'.Wisata Taneyan Lanjhang ini tengah diwacanakan oleh Pemkab Pamekasan

Taneyan Lanjhang Edu Wisata, Rumah Khas Pamekasan, Berkonsep Kebudayaan Dan Sejarah.
surya.co.id/kuswanto ferdian
Taneyan Lanjhang Edu Wisata, Berkonsep Kebudayaan Dan Sejarah Hanya Ada Di Pamekasan 

SuryaTravel.com – Bila saat ini sebagian besar pariwisata di berbagai daerah Indonesia mengandalkan wisata alam, tapi tidak dengan pariwisata yang ada di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur.

Lokasinya ada di Desa Wisata Dusun Buddagan 1, Desa Larangan Luar, Kecamatan Larangan, Pamekasan, memiliki makna lokalitas dengan mengandalkan wisata berkonsep kebudayaan dan sejarah.

Warga setempat mengenal tempat wisata itu dengan sebutan 'Taneyan Lanjhang'.
Wisata Taneyan Lanjhang ini tengah diwacanakan oleh Pemkab Pamekasan akan dijadikan sebagai Edu Wisata Kebudayaan.

Pegiat Wisata Taneyan Lanjhang, Candra Kirana menjelaskan Taneyan Lanjhang sebutan dari rumah pemukiman tradisional suku Madura yang di dalam kawasan itu ada beberapa keluarga yang masih memiliki hubungan kekerabatan.

Disebut Taneyan Lanjhang karena dalam kehidupan mayoritas satu keluarga di Pamekasan Madura terdapat halaman yang panjang. Serta rumah dari satu famili keluarga tersebut berjejer memanjang.

"Taneyan Lanjhang tak hanya sebagai suatu pemukiman, kini sudah dieksplorasi sebagai Wisata Kebudayaan dan Taneyan Lanjhang dianggap sebagai citra kehidupan sosial masyarakat Madura," kata Candra.

Selain itu kata Candra susunan rumah Taneyan Lanjhang ini disusun berdasarkan hirarki dalam keluarga.
Barat - Timur adalah arah yang menunjukkan urutan tua muda.

Sistem yang demikian mengakibatkan ikatan kekeluargaan menjadi sangat erat.
"Di ujung paling Barat ada mushola, bagian utara merupakan kelompok rumah yang tersusun sesuai hirarki keluarga,” jelasnya.

Susunan dari Barat - Timur terletak rumah orang tua, anak, cucu, dan cicit dari keturunan perempuan.
Terbentuknya permukiman tradisional Madura diawali dengan sebuah rumah induk yang disebut dengan tonghuh, yakni
rumah cikal bakal atau leluhur suatu keluarga. Tonghuh dilengkapi dengan langgar, kandang, dan dapur.

"Apabila sebuah keluarga memiliki anak yang berumah tangga, khususnya anak perempuan, maka orang tua ada keharusan untuk membuatkan rumah bagi anak perempuan," ucapnya.

Langgar selalu berada di ujung barat sebagai akhiran masa bangunan yang ada. Susunan rumah selalu berorientasi utara-selatan.
Halaman di tengah inilah yang disebut 'Taneyan Lanjhang'.

"Hunian masyarakat Madura ini sudah ada sejak dulu. Kami dari pegiat budaya awalnya mencari terkait desa yang masih mempunyai rumah adat seperti ini yang masih satu halaman untuk dijadikan wisata kebudayaan,” ujarnya.

Di wilayah ini ada 11 rumah yang masih utuh meskipun sudah ada sebagian rumah yang mengikuti modifikasi modern tetapi dari struktur bangunan masih kuno.

Sejak dibuka wisata ini, banyak pengunjung yang datang untuk belajar, menyaksikan ragam penampilan kebudayaan dan mencicipi makanan khas tradisional. kuswanto ferdian

Ikuti kami di
Editor: Wiwit Purwanto
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved