Desa Wisata Hutan Bambu Lumajang

Wisata Hutan Bambu Sumbermujur, Sudah Ada Sejak Jaman Kolonial Belanda

Desa Wisata Hutan Bambu Sumbermujur ternyata sudah ada sejak jaman kolonial Belanda.kolonial Belanda yang menyuruh penduduk tanam bambu

Wisata Hutan Bambu Sumbermujur, Sudah Ada Sejak Jaman Kolonial Belanda
suryatravel/sri wahyunik
Kawasan Hutan Wisata Hutan Bambu Lumajang sudah ada sejak era Kolonial Belanda 

Suryatravel.com – Desa Wisata Hutan Bambu Sumbermujur  ternyata sudah ada sejak jaman kolonial Belanda.

Waktu itu kolonial Belanda yang menyuruh penduduk setempat menanam bambu di kawasan itu di tahun 1930-an.

Belanda menyuruh penduduk menanam bambu karena keberadaan sumber mata air di tempat itu. Sumber Deling, demikian nama sumber mata air itu. Di sekitar Sumber Deling memang sudah tumbuh rumpun-rumpun bambu.

Kolonial Belanda kemudian menatanya, dan meminta penduduk menanam lebih banyak bambu.

Singkat cerita, kawasan yang dulunya berada di Desa Penanggal Kecamatan Candipuro itu menjadi sentra bambu. Tahun 1972, terjadi pemekaran desa.

Kawasan hutan bambu itu masuk ke wilayah Desa Sumbermujur. Kawasan hutan bambu itu berada di lahan Tanah Aset Desa (TAD) Sumbermujur. Kini areal hutan bambu itu berada di lahan seluas 14 hektare.

"Jadi kalau bicara sejarah, hutan bambu ini sudah ada sejak jaman era kolonial Belanda, kemudian sempat rusak ketika kedatangan penjajah Jepang,” ujar Agus Wijaya, Wakil Ketua Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) Sabuk Semeru yang bertanggungjawab atas pengelolaan wisata hutan bambu.

Selanjutnya kata Agus, ketika sudah menjadi aset desa, warga sini kembali menjaga dan melestarikannya.

Pokdarwis itu terbentuk tahun 2014. Tetapi pengelolaan hutan bambu itu sudah mulai tertata sejak 1972 melalui keberadaan Kelompok Pelestari Sumber Alam (KPSA).

Setelah Pokdarwis terbentuk, barulah pengelolaan dilakukan oleh Pokdarwis dan tetap melibatkan orang-orang di KPSA.

Apalagi anggota KPSA juga warga Desa Sumbermujur. Pokdarwis Sabuk Semeru juga menjadi Pokdarwis pertama di Kecamatan Candipuro.

Semenjak terbentuknya Pokdarwis Sabuk Semeru, pengelolaan wisata hutan bambu itu semakin membaik.

Tahun 2016, Pemerintah Desa Sumbermujur menggelontor Dana Desa (DD) sebesar Rp 400 juta untuk penataan kawasan wisata tersebut.

"Dana yang ada dan kami terima, kami pakai untuk penambahan fasilitas seperti kolam renang dan fasilitas pendukung seperti musala dan kamar mandi," imbuh Agus.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Wiwit Purwanto
Sumber: Surya
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved