Basha Market Di Tunjungan Plasa Ada 170 tenant. Dari home living, kosmetik, fashion, dan kuliner

Basha Market hadir di Tunjungan Plaza Convention Center. Platform serbaguna yang mempertemukan pelaku industri kreatif dan konsumen

Editor: Wiwit Purwanto
suryatravel/Akhmad Zaimul Haq
basha market hadir di Tunjungan Plasa, selama tiga hari hingga Minggu (01/12/2019) 

Suryatravel.com -  Basha Market hadir lagi di Tunjungan Plaza Convention Center. Platform serbaguna yang mempertemukan pelaku industri kreatif dan konsumen ini digelar mulai Jumat (29/11) hingga Minggu (1/12).

Basha Market kali ini  menghadirkan 170 tenant. Mulai dari home living, kosmetik, fashion, hingga beragam kuliner.

Christie Erin Harsono, co-founder Basha Market mengatakan, kali ini Basha Market mengusung tema 'Prism'.

"Tema ini memiliki filosofi. Di sekolah dulu, kita pernah diajarkan materi tentang sebuah prisma yang apabila disinari cahaya senter akan membiaskan warna-warna pelangi," katanya.

Karena itu pihaknya berharap Basha Market dapat menjadi wadah para pelaku industri kreatif terus berkembang dengan warnanya masing-masing.

"Ada banyak instalasi multimedia seperti motion graphiscs, tetrison, hover screen, dan tentunya interactive photobooth yang memanjakan panca indera pengunjung," tambah ungkap Devina Sugono yang juga co-founder Basha Market.

Bentuk-bentuk prisma pun menyapa para pengunjung ketika memasuki area bazar. Mulai dari pada dinding lorong pintu masuk, gantungan di langit-langit, sampai pada desain animasi yang instagramable.

Bentuk prisma tersebut hadir dalam berbagai warna dengan dipadukan gambar-gambar fauna seperti burung, monyet, dan kuda nil.

Pada pengunjung pun tak sedikit yang memilih berhenti, mengeluarkan ponsel, lalu berfoto dengan beragam gaya yang instagramable.

Christie Erin menyampaikan, Basha Market telah memasuki gelaran yang ke-11 dan masuk di tahun yang ke-5.

"Kali ini, setidaknya ada 170 tenant yang terlibat. 20 persen di antaranya yaitu tenant kuliner, sementara 80 persennya merupakan tenant fashion, beauty, kids and baby, dan home and living," jelasnya.

Hal ini beda dengan  Basha Market lima tahun lalu. "Sekarang industri kreatif sangat berkembang, brand-brand lokal juga banyak banget yang bagus," lanjutnya.

Brand yang terlibat tidak hanya datang dari Jawa, ada yang berasal pulau-pulau lainnya di Indoensia, seperti Bali, Makasar, dan Medan.

"Brand-brand tersebut telah kami kurasi. Konsistensi, orisinalitas, dan branding produk merupakan hal yang kami pertimbangkan," imbuhnya.

Jessica Choi, seorang pelaku industri kreatif, menyampaikan  Basha Kreatif merupakan platform yang menarik untuk mempertemukannya dengan para konsumen di Surabaya.

"Meskipun trennya sekarang penjualan online, namun kami harus tetap memperbesar market. Salah satu caranya dengan mengikuti bazar," kata desainer asal Jakarta ini.

Melalui brand-nya, Ratel, Jessica menawarkan busana ready-to-wear, tepatnya yang cocok dikenakan untuk special ocation. Busana berbahan satin menjadi unggulannya.

"Untuk bisa terlibat di Basha Market juga harus melewati kurasi yang ketat. Setiap kali diadakan, event ini pun pasti ramai pengunjung. Konsep yang kali ini diusung juga bagus banget," katanya.

Ia berharap dapat lebih memperkenalkan brand-nya, khususnya kepada masyarakat Surabaya. Hal ini menjadi langkahnya untuk mengembangkan pasar.

Ungkapn serupa juga dikatakan pengunjung Basha Market, Priska. Ia mengatakan sudah ketiga kalinya datang ke Basha Market.

Sumber: Surya
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved