Melihat Penyeberangan Ujung – Kamal, Sisa Kejayaan Angkutan Kapal setelah Ada Jembatan Suramadu

penyeberangan Ujung (Tanjung Perak) – Kamal (Madura ) menjadi sepi. Namun pendar sisa kejayaan pelabuhan itu masih ada.

Melihat Penyeberangan Ujung  – Kamal, Sisa Kejayaan Angkutan Kapal setelah Ada Jembatan Suramadu
suryatravel/wiwit purwanto
KM Joko Tole kapal penyeberangan yang melayani Ujung - Kamal, masih bertahan dan setia melayani penumpang 

Suryatravel.com – Jembatan Suramadu yang menghubungkan Surabaya dan Madura secara tidak langsung membuat penyeberangan Ujung (Tanjung Perak) – Kamal (Madura ) menjadi sepi. Namun pendar sisa kejayaan pelabuhan itu masih ada.

Setidaknya sekarang masih ada dua kapal penyeberangan yang melayani rute Ujung – Kamal. Siang itu cukup terik, saat menunggu kedatangan KM Joko Tole, salah satu kapal legenda yang melayani rute Ujung – Kamal.

Siang itu matahari cukup terik berada diatas kapal, tidak begitu banyak kendaraan roda 4 yang ada di parkiran menunggu kedatangan kapal.

Dari jauh KM Joko Tole terlihat mulai merapat ke dermaga ponton. Setelah membongkar semua muatan, giliran penumpang yang ada di pelabuhan naik ke kapal.

Ada tiga mobil dan puluhan motor berada di dek kapal, sementara di bagian dek atas tempat penumpang, terlihat tidak begitu penuh.

Pemandangan diatas kapal juga masih belum berubah, penjual lontong gule kacang ijo masih ada, hanya saja sekarang sudah menggunakan rombong untuk jualan. Kalau dulu penjual lontong gule ini hanya membawa rengkek yang dipanggul.

Bedanya lagi, kalau dulu begitu naik kapal, penjual lontong gule kacang ijo ini sudah sibuk melayani penumpang. Tapi sekarang penjual lontong gule ini lebih banyak bermain game di hp nya.

“Sudah tidak seramai dulu, tapi masih ada yang beli,” kata Syafii, penjual lontong gule.

Di sudut lain penjual bakso, juga masih ada, daripada lontong gule, menu bakso ini lebih byak peminatnya.

Secara kondisi KM Joko Tole masih terlihat gagah, besinya terbalut cat putih dan biru , hanya saja di belakang terlihat mesin genset yang sudah tidak terpakai dibiarkan terbengkalai.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Wiwit Purwanto
Editor: Wiwit Purwanto
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved