Tahun 2019 BPCB Jatima Ekskavasi 9 Benda Purbakala, Intrepetasi Baru Sejarah dan Budaya Indonesia

Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur sedang berupaya merangkai berbagai temuan yang mengarah kepada intrepetasi baru sejarah

Tahun 2019 BPCB Jatima Ekskavasi 9 Benda Purbakala, Intrepetasi Baru Sejarah dan Budaya Indonesia
Suryatravel/aminatus sofya
Petugas melakukan ekskavasi situs Pendem 

Suryatravel.com - Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur sedang berupaya merangkai berbagai temuan yang mengarah kepada intrepetasi baru sejarah dan budaya Indonesia.

Sepanjang tahun 2019, BPCB Jawa Timur mengekskavasi sembilan benda purbakala.

DiantaranyaSitus Sekaran di Kabupaten Malang, Candi Pataan di Kabupaten Lamongan, Situs Petirtaan Sumberbeji di Kabupaten Jombang dan Bangunan Kuno diduga Aliran Air pra Majapahit di Kabupaten Nganjuk.

Ada juga situs Kumitir di Kabupaten Mojokerto, Candi Gedo di Kabupaten Blitar, Situs Rondo Kuning di Kota Batu, Perahu di Kabupaten Lamongan dan Situs Pendem di Kota Batu.

“Kami sedang berupaya merangkainya. Karena ini mungkin bisa menjadi intrepetasi baru ya terhadap sejarah dan budaya di Indonesia,” ujar arkelog BPCB Jawa Timur, Wicaksono Dwi Nugroho, Rabu (18/12/2019).

Ia mengatakan situs Kumitir di Mojokerto menjadi babak baru untuk mengurai kemegahan Kerajaan Majapahit.

Situs Kumitir tertulis di dalam naskah Nagarakertagama dan Kitab Pararaton.

“Situs Kumitir ini membuka cakrawala baru perihal Majapahit. Kami akan eksplore lagi situs ini tahun depan bersama Pendem,” ujarnya.

Wicaksono mengungkapkan BPCB Jawa Timur menggelontorkan Rp 10 M untuk ekskavasi besar-besaran situs Kumitir.

Apabila temuannya besar, hal itu menunjukkan pusat kota Majapahit tak hanya di Trowulan seperti yang diketahui saat ini.

“Tahun depan dari pusat disiapkan dana Rp 10 miliar. Tahun depan akan kami lanjutkan ekskavasinya,” imbuhnya.

Selain itu, ada pula temuan yang mirip dengan situs Kumitir yakni situs Petirtaan Sumberbeji di Kabupaten Jombang dan temuan struktur bangunan sepanjang 30 cm di Ngronggot, Kabupaten Nganjuk.

Struktur itu kata Wicaksono sama dengan struktur bangunan di Kumitir yang memiliki panjang 200 meter.

“Strukturnya sama dengan Kumitir hanya lebih pendek. Nanti kami akan perdalam lagi,” pungkasnya.(Aminatus Sofya)

Ikuti kami di
Editor: Wiwit Purwanto
Sumber: Surya
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved