Saatnya Belanja Barang Preloved Dapat Barang Bagus Tanpa Budget Besar

-barang fashion itu meski sudah dipakai atau dibeli beberapa tahun lalu, tetap masih bisa digunakan lantaran tren fashion yang tiap tahunnya selalu be

Penulis: Wiwit Purwanto
Editor: Wiwit Purwanto
Suryatravel/sugiharto
Founder Irresistible Bazaar, Marissa Tumbuan (kerudung biru) bersama beberapa penjual barang branded preloved 

Suryatravel.com – Barang seken atau bekas yang dalam bahasa kekinian preloved, bekas pakai.

Saat ini menjadi hal yang dilakukan oleh sebagian masyarakat untuk memiliki barang baru tanpa mengeluarkan banyak biaya.

Biasanya, barang preloved yang dijual oleh pemiliknya adalah barang-barang fashion.

Barang-barang fashion itu meski sudah dipakai atau dibeli beberapa tahun lalu, tetap masih bisa digunakan lantaran tren fashion yang tiap tahunnya selalu berputar.

Bicara tentang berburu barang preloved juga menjadi solusi para pencinta fashion untuk mengisi ulang lemari koleksi mereka tanpa mengeluarkan budget besar.

Nah inilah yang ditangkap dan menjadi inspirasi Marisa Tumbuan untuk menggelar Preloved Branded Bazaar di Tunjungan Plaza Surabaya, pada tanggal 5-9 Februari 2020 nanti.

Marisa yang juga Founder Irresistible Bazaar itu mengatakan, tren preloved butik sebenarnya sudah menjamur sejak tahun 1995 lalu.

"Karena itu dalam Irresistible Bazaar kini juga merambah barang branded street wear," jelasnya, Sabtu (18/01/2020).

Biasanya, barang-barang preloved dijual mirip seperti keadaan baru, lantaran sang penjual telah mengemas sedemikiam rupa agar menarik minat pembeli.

"Misalnya seperti preloved pakaian. Biasanya para penjual akan mencuci terlebih dahulu pakaian itu hingga wangi, kemudian diberi price tag. Ada juga yang pakaiannya, dimasukkan ke dalam plastik, seperti pakaian baru," imbuhnya.

Saat ini peminat barang preloved lebih banyak mencari koleksi tas branded, yang tentu saja tidak dijual dengan harga melambung seperti saat membeli baru.

"Selain tas, pembeli lebih banyak mencari sepatu dan kebutuhan fashion lain seperti, sabuk, gelang, strap tas, dan masih banyak lagi," lanjutnya.

Selain perempuan, ternyata juga banyak pria yang antusias dengan barang-barang preloved. Kebanyakan, mereka akan mencari sepatu ataupun tas.

Pada Preloved Branded Bazaar nanti, pengunjung tak hanya dapat berbelanja produk, namun juga bisa menjual barang mereka sendiri.

Tujuannya, lanjut Marissa, agar barang yang sudah bosan dipakai masih bisa berguna bagi orang lain.

Untuk kriteria barang yang dijual, Marissa tak memiliki patokan khusus.

"Karena market menyesuaikan demand. Mengingat pasar barang preloved memang berbeda dengan produk baru, biasanya, pembeli akan mengajukan banyak pertanyaan terkait barang yang dijual itu,"pungkasnya.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved