Mengenal Kapal Selam Alugoro, Alutsista Buatan Anak Negeri Berkelas Dunia

Kapal selam Indonesia buatan PT PAL Indonesia, Alugoro telah memasuki tahapan Sea Acceptance Test (SAT).

Editor: Wiwit Purwanto
Suryatravel/istimewa
Presiden Jokowi saat berada di PT PAL meninjau Kapal Selam Alugoro 

Suryatravel.com - Kapal selam Indonesia buatan PT PAL Indonesia, Alugoro telah memasuki tahapan Sea Acceptance Test (SAT).

Kapal selam KRI 405 Alugoro mampu melewati uji Nominal Diving Depth (NDD) di Perairan Utara Pulau Bali di kedalaman 250 meter.

NDD merupakan bagian dari 53 item Sea Acceptance Test (SAT).

Kapal ini rencananya akan diserahterimakan kepada Kementerian Pertahanan untuk digunakan TNI AL pada Desember 2020.

Sebenarnya, kapal ini bukanlah kapal pertama yang dibuat melalui kerjasama dengan Pemerintah Korea Selatan melalui Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering Co.Ltd (DSME).

Sebelumnya, tergabung dalam Batch 1, sudah ada dua kapal selam lain yang juga telah dioperasikan terlebih dahulu, yakni KRI Nagapasa dan KRI Ardadedali.

Ketiga kapal selam merupakan bagian dari kontrak antara RI dan Korea Selatan senilai 1,1 miliar dolar AS yang ditandatangani pada Desember 2011.

Kontrak tersebut termasuk transfer teknologi di mana pembuatan kapal selam dilaksanakan bersama dan kapal ketiga dibuat di Indonesia.

Nagapaksa dan Ardenali merupakan dua kapal selam yang dibuat di galangan kapal DSME, Korea Selatan. KRI Nagapasa-403 mulai berdinas di TNI AL sejak 2017 disusul KRI Ardadedali-404 pada 2018.

Bedanya, kapal selam Alugoro menjadi kapal selam pertama yang dirakit di Indonesia melalui kerjasama transfer teknologi dengan DMSE.

Selain itu, kapal selam ini dibekali dengan sistem yang lebih canggih dibandingkan para pendahulunya.

Soal dimensi bentuk, KRI Alugoro relatif sama dengan kakak setingkatnya, KRI Nagapasa (403) maupun KRI Ardadedali (404).

KRI Alugoro (405) termasuk jenis U209 Chang Bogo Class dengan panjang mencapai 61,3 meter (201 ft).

Dengan bobot kapal selam saat muncul di permukaan adalah 1.460 ton, dan 1.596 ton ketika menyelam di bawah permukaan air.

Dengan spesifikasi bentuk ini, akselerasi kecepatan Alugoro dapat mencapai 21 knot (39 km/h) ketika berada di bawah air.

Selain itu, kapal selam ini mampu menampung 40 awak kapal dan memiliki kemampuan jelajah hingga 50 hari serta dengan masa pakai hingga 30 tahun.

Perbedaan antara KRI Alugoro (405) dengan para pendahulunya adalah pada teknologi yang dimilikinya.

Teknologi yang ditanamkan pada kapal yang menghabiskan Rp1,5 triliun dari Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada PT PAL Indonesia (Persero) menjadikan kapal selam ini cukup tangguh bertarung di bawah laut.

Kapal selam ini menggendong torpedo Black Shark generasi terbaru buatan Whitehead Alenia Sistemi Subacquei, Italia dengan panjang torpedo mencapai 3,6 meter (12 ft) dengan diameternya mencapai 553 milimeter.

Tak tanggung-tanggtung, torpedo ini bisa mengejar target hingga sejauh 50 kilometer.

Sumber: Surya
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved