Blusukan Komunitas Pemandu Wisata Sejarah Malang Temukan Makam Belanda dan Cina

Blusukan Komunitas Pemandu Wisata Sejarah Malang Temukan Makam Belanda dan Cina Diperkirakan Tahun 1800

Editor: Wiwit Purwanto
Suryatravel/kukuh kutniawan
Blusukan Komunitas Pemandu Wisata Sejarah Malang Temukan Makam Belanda dan Cina 

Suryatravel.com - Komunitas pemandu wisata sejarah kota Malang kembali mengadakan blusukan ke tempat bersejarah.

Setelah sebelumnya menggelar blusukan ke beberapa tempat bersejarah yang ada di Kecamatan Klojen.

Kali ini blusukan ke tempat bersejarah di Kecamatan Kedungkandang.

Ada 10 tempat bersejarah yang dikunjungi yaitu :

1). Klenteng Eng An Kiong
2). Bekas tugu jam di pertigaan dekat daerah Lonceng
3) .Bekas makam belanda
4). Gardu listrik ANIEM dan bekas sirine peringatan serangan udara
5). Patirthan Kedung Loncing
6). Punden Sentono di Kutobedah
7). Air terjun pertemuan sungai Brantas dan sungai Bango di Kutobedah
8). Makam cicit Ki Ageng Gribig
9). Dam (rolak) Kedungkandang
10). Pura Luhur Dwijawarsa

Kasie Pengembangan Ekonomi Kreatif Disporapar yang juga menjadi Sekretaris Tim Ahli Cagar Budaya Kota Malang, Agung H Buana mengatakan blusukan untuk menambah materi pemanduan khususnya wisata sejarah dan budaya.

"Banyak sekali lokasi bersejarah di kota Malang yang belum dieksplorasi secara maksimal salah satunya lokasi wisata sejarah unik. Yaitu bekas makam Belanda yang telah dijadikan sebagai rumah," ujarnya.

Ia menjelaskan lokasi wisata sejarah unik itu terletak di Jalan Kolonel Sugiono 9 D, Kelurahan Mergosono, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.

"Awalnya di wilayah itu sekitar tahun 1800 terdapat Makam Cina dan Belanda. Namun akibat banyaknya pemukiman, makam dipindahkan ke wilayah Sukun," jelasnya.

Wisata sejarah itu bisa dikatakan unik karena bagian atap dari rumah itu terdapat bekas makam Belanda.

Di bekas makam Belanda juga masih terdapat hiasan patung berupa patung malaikat.

Tidak hanya itu di beberapa bagian rumah juga masih ditemukan pecahan marmer bekas makam.

"Sebenarnya di lokasi itu sudah tidak ada jenasahnya karena sudah lama dipindahkan. Jadi hanya sisa sisa dari bangunan makamnya saja," tambahnya.

Sementara itu pemilik rumah, Tumini mengaku bahwa selama tinggal disitu, ia tidak pernah merasakan sesuatu yang ganjil.

"Tidak ada yang menakutkan selama saya tinggal disini. Namun memang sekitar tahun 1975, saat tempat ini dijadikan rumah, anak saya pernah mengalami mimpi aneh," ujarnya.

Dalam mimpi itu anaknya ditemui oleh seorang pria Cina.

"Pria Cina itu mengatakan kepada anak saya apakah saat ini kamu yang menempati tempat ini. Anak saya pun mengangguk dan mengiyakan. Dan setelah itu sudah tidak ada lagi kejadian apapun yang ganjil dan menakutkan," pungkasnya. (Kukuh Kurniawan)

Tempat wisata unik di Kota Malang bangunan rumah memiliki atap yang masih terdapat bekas makam Belanda

Sumber: Surya
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved