Kelompok Wisata Banyuwangi Nilai Pengembangan Pulau Tabuhan Tambah Daya Tarik

Kelompok Wisata Banyuwangi Nilai Pengembangan Pulau Tabuhan Tambah Daya Tarik

Editor: Wiwit Purwanto
Suryatravel/haorrahman
Keindahan Pasir Putih di Pulau Tabuhan Banyuwangi 

Suryatravel.com - Rencana Pemkab Banyuwangi mengembangkan Pulau Tabuhan, disambut baik masyarakat setempat.

Dukungan itu datang dari sejumlah Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang berada di wilayah Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo.

Rencana itu dinilai akan menambah daya tarik Pulau Tabuhan sebagai destinasi primadona di kecamatan paling utara di Banyuwangi itu.

Ketua Asosiasi Kelompok Sadar Wisata Kabupaten Banyuwangi sekaligus Ketua Pokdarwis Bangsring Underwater, Wildan, mengatakan Pulau Tabuhan adalah salah satu daya tarik pariwisata di wilayah Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo.

Pulau berpasir putih ini, menawarkan pesona laut biru yang bersih.

Terkait rencana pengembangan pariwisata Pulau Tabuhan oleh Pemkab Banyuwangi dengan menggandeng EBD Paragon Group selaku investor, Wildan mengaku pihaknya siap mendukung.

Selama tidak mengurangi kesempatan masyarakat dan nelayan sekitar dalam berkegiatan ekonomi di Pulau tersebut.

“Kami mendukung kebijakan pemkab yang ingin memajukan pariwisata daerah. Selama nelayan masih bisa beraktivitas di sana, lingkungan terjaga, dan tidak mengurangi ekonomi kami,” ujarnya, Selasa (11/2).

Saat ini, kata dia, wisatawan menuju Tabuhan lumayan banyak, meski di pulau tersebut sekarang belum ada apa-apa.

Sudut pantai Pulau Tabuhan mulai banyak di kunkung wisatawan
Sudut pantai Pulau Tabuhan mulai banyak di kunkung wisatawan (Suryatravel/haorrahman)

“Jadi kami berharap bila jadi dibangun dan dilengkapi infrastruktur pendukung, banyak wisatawan yang akan datang ke sana, kami tetap digandeng oleh pengembang untuk bersama-sama mengembangkan pulau tersebut,” kata Wildan.

Pemkab Banyuwangi menggandeng perusahaan EBD Paragon asal Singapura melalui sistem perjanjian sewa.

Perusahaan itu juga dipercaya pemerintah menjadi salah satu pengembang kawasan wisata Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Labuan Bajo di Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Di luar negeri, EBD Paragon mengembangkan akomodasi wisata di Dubai, Singapura, dan berbagai negara lainnya.

Wildan juga berharap, saat ada pengembang di sana upaya konservasi laut terus digalakkan.

Pihaknya berharap adanya pengembangan pariwisata pulau Tabuhan bisa menghentikan aktivitas pengeboman ikan yang masih terjadi.

“Kami akui masih ada nelayan nakal yang menggunakan bom ikan meski sudah berulangkali diperingati. Kami harap kalau sudah dibangun mereka tidak datang lagi, karena akan ada yang mengawasi,” katanya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Mujiono mengatakan, pengembangan pulau Tabuhan ini didasari beberapa pertimbangan.

“Salah satu alasan utama mengembangkan Tabuhan untuk menciptakan daya tarik pariwisata baru sebagai pengungkit ekonomi masyarakat Kecamatan Wongsorejo. Jika semakin ramai, rakyat yang menerima dampak ekonominya,” kata Mujiono.

Ikon baru pariwisata ini, harapannya akan menjaring wisatawan yang masuk dari utara agar tidak langsung ke Banyuwangi kota dan selatan.

Apalagi setelah ini akan ada tol Probolinggo-Banyuwangi yang pintu keluarnya akan berada di Bulusan, Kecamatan Kalipuro.

Sumber: Surya
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved