Melestarikan Seni Lewat Festival Bantengan di Kecamatan Kromengan Kabupaten Malang

Menengok seni rakyat Festival Bantengan di Kecamatan Kromengan Kabupaten Malang, masih dilestarikan warga

Melestarikan Seni Lewat Festival Bantengan di Kecamatan Kromengan Kabupaten Malang
Suryatravel/ew
Para pelakon banteng menampilkan kesenian bantengan di lapangan Desa Jambuwer, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang, 

Suryatravel.com – Kesenian Bantengan di Kabupaten Malang masih terawat dan dilestarikan.

Seperti festival bantengan yang dimeriahkan 30 sanggar bantengan dari penjuru wilayah di Malang Raya.

Bau semerbak kemenyan tercium saat para lakon kesenian bantengan memasuki arena pertunjukan di Desa Jambuwer, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang, Minggu (23/2/2020).

Satu karakter banteng diisi oleh dua orang. Bagian depan berperan sebagai pembawa kepala banteng dan bagian belakang berperan menopang punggung selayaknya banteng berjalan.

Alunan musik tradisional mengiringinya. Sesekali para pecambuk, melontarkan cambuknya ke arah para pelakon banteng. Tak sedikit yang berteriak karena mendengat cambukan itu. Tampak beberapa pelakon berlagak agresif, hingga harus ditenangkan oleh para sesepuh.

Uniknya, para pelakon melakukan aksinya dengan mata tertutup. Alias menggunakan selembar kain untuk menutup matanya.

Suara teriakan semakin kencang, saat para pelakon bertindak agresif.

Festival bantengan kali dihadiri 30 sanggar bantengan dari penjuru wilayah di Malang Raya.

Salah satu tokoh masyarakat Desa Jambuwer, Salam Sutarji menerangkan, kesenian bantengan adalah simbol gotong royong. Kali ini, festival diadakan untuk menggalang dana pembangunan masjid di desa setempat.

"Maknanya melestarikan budaya sejak nenek moyang dahulu. Untuk kali ini, memang untuk bantuan sosial untuk pembangunan masjid baitul makmur di Desa Jambuwer," ujar Salam ketika ditemui di lokasi pertunjukan.

Salam menambahkan, simbol banteng dan harimau adalah representasi kebanggaan.
"Ada cara khusus ditampilkan. Banteng adalah kebanggaan. Dalam pencak silat ada bantengan dan harimau," kata Salam.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwasata dan Kebudayaan Kabupaten Malang, Made Arya Wedhantara menerangkan, festival ini bisa dijadikan sebagai sarana edukasi.

"Festival ini bisa jadi edukasi bagi anak-anak agar mengetahui keberagaman budaya di sekitarnya. Daripada kecanduan gadget, menjadi sosok yang egois, dengan kesenian ini bisa melestarikan budaya lokal agar tak tergerus zaman," tutur Made.

Made menerangkan, segala kegiatan wisata budaya bisa menjadi andalan bagi Kecamatan Kromengan guna mengenalkan wisata budayanya.

"Mungkin tahun depan harapannya bisa kami kemas dengan lebih meriah. Bantengan juga bisa jadi iconnya kromengan. Dan menguatkan konsep wisata budaya di sini," kata Made. (ew)

Ikuti kami di
Editor: Wiwit Purwanto
Sumber: Surya
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved