Padang Savana Ranu Manduro, Bikin Tim Dinas Pariwisata Kesengsem Tinjau Langsung Ke Lokasi

Padang Savana Ranu Manduro, Bikin Tim Dinas Pariwisata Kesengsem. Tinjau Langsung Ke Lokasi

Editor: Wiwit Purwanto
Suryatravel/romadoni
Lanskap pemandangan Padang Savana Ranu Manduro yang asri dan hijau 

Suryatravel.com – Padang Savana Ranu Manduro kini menjadi perhatian Dinas Pariwisata setempat.

Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Pemkab Mojokerto meninjau tempat padang savana Ranu Manduro yang viral ramai diperbincangkan netizen di media sosial.

Padang savana Ranu Mandura ini menjadi populer dan banyak didatangi pengunjung dari luar kota setelah netizen melihat hasil foto dan video di bekas galian Sirtu Desa Manduro Manggung Gajah, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto.

Kepala Disparpora Kabupaten Mojokerto, Amat Susilo menjelaskan pihaknya tidak mempersoalkan apabila masyarakat setempat memanfaatkan Ranu Manduro sebagai tempat istirahat sementara.

"Kalau dari pemerintah Kabupaten Mojokerto karena tempat itu bekas galian Sirtu tidak tahu berapa lama ditinggalkan selesainya itu tidak direklamasi, kalau memang dipakai untuk tempat istirahat sementara ya tidak apa-apa namun misalnya kalau ada retribusi harus sesuai aturan," ungkapnya Kamis (27/2/2020).

Banyak pengunjung dari luar daerah yang ingin tahu pemandangan indah dan asri di Ranu Manduro
Banyak pengunjung dari luar daerah yang ingin tahu pemandangan indah dan asri di Ranu Manduro (Suryatravel/ Romadoni)

Ia mengatakan Tim Disparpora akan melihat lokasi Ranu Manduro yang terlanjur viral di media sosial. Setidaknya ada tiga orang dari bidang pariwisata Pemkab Mojokerto yang meninjau ke lokasi tersebut.

"Tujuannya ya meninjau tempat ini milik siapa terus progres pengelolaan kedepannya seperti apa," ujarnya.

Masih kata Susilo, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemdes (Pemerintah Desa) mengenai potensi tempat wisata dan kelanjutan kedepannya. Terpenting, pihaknya memastikan kepemilikan tempat ini dan progres kedepannya akan seperti apa.

"Kami menyambut baik silahkan namun jika dikomersilkan juga harus ada aturan mainnya, izin, pengelolaan bagaimana dan sebagainya," jelasnya.

Yanto (46) warga setempat mengatakan Ranu Manduro merupakan bekas galian Sirtu milik PT. Wira Bumi. Tidak aktivitas pertambangan di lahan puluhan hektare tersebut mulai Desember 2019.

Terbentuknya, tempat ini banyak tumbuhan hijau semenjak musim penghujan pada awal Januari 2020.

"Kalau ini sudah tampak hijau sekitar satu bulan yang lalu," terangnya.

Menurut dia, masyarakat setempat memanfaatkan peluang setelah tempat in viral di media sosial sehingga banyak pengunjung datang ke Ranu Manduro.

Warga berinisiatif untuk turut berpartisipasi menjaga keamanan pengunjung dari luar kota dengan membuat tempat parkir kendaraan. Biaya parkir motor Rp.5000 dan mobil Rp.10.000.

Instagramable pemandangan di Ranu Manduro pikat banyak pengunjung
Instagramable pemandangan di Ranu Manduro pikat banyak pengunjung (Suryatravel/ Romadoni)

Mereka juga secara sukarela mengatur masuknya mobil menuju lokasi lantaran akses utama hanya bisa dilewati satu kendaraan secara bergantian.

"Awalnya tidak menarik parkir berhubung jalannya rusak dapat dana dari mana ya buat parkir untuk memperbaiki jalan," ucapnya.

Ditambahkannya, agar berkelanjutan warga akan memanfaatkan tanah kas desa yang berada di dekat ranu manduro untuk tempat wisata.

Pihaknya akan berembuk dengan Pemdes mengenai progres kedepannya. Jika terwujud maka akan ada pembangunan pendopo, musala dan tempat makan di Ranu Manduro.

"Kalau berkelanjutan kita akan merawa tanaman di sini agar tetap hijau kalau musim kemarau bisa disiram dengan mobil tangki air," tandasnya.

Seperti yang diberitakan, padang savana di bekas galian Sirtu Desa Manduro Manggung Gajah, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto mendadak viral diperbincangkan netizen di media sosial.

Sumber: Surya
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved