Alat Pelacak Mobil Cresech Melindungi Mobil Rental Dari Pencurian Mendeteksi Pergerakan Mobil

Alat Pelacak Mobil Cresech Melindungi Mobil Rental Dari Pencurian Mendeteksi Pergerakan Mobil

Alat Pelacak Mobil Cresech Melindungi Mobil Rental Dari Pencurian Mendeteksi Pergerakan Mobil
Suryatravel/aminatus sofya
Mahasiswa Universitas Brawijaya pencipta Cresech, GPS Khusus untuk mobil rental 

Suryatravel.com – Maraknya penggelapan dan tindak kriminal lainnya terhadap mobil rental menjadi inspirasi bagi sejumlah mahasiswa Unibraw  Malang.

Teknologi semacam GPS memegang peranan utama dalam mengantisipasi tindakan kriminal ini.

Maulana Derifato Achmad, merasa resah setelah membaca berita perihal pelaku kriminal yang menggelapkan 21 mobil rental.
Tak cuman satu, kasus penggelapan mobil rental ternyata marak terjadi di Indonesia.

Derifato, lalu mengajak teman satu jurusannya di Teknologi Informasi Universitas Brawijaya, Riko Saputra. Mereka berdua lantas membuat sebuah teknologi yang dinamai Cresech.

Menurut Derifato, Cresech adalah sebuah alat yang bisa melindungi mobil rental dari upaya pencurian. Cresech yang ditanam di dalam mobil, bisa mendeteksi ke mana saja mobil rental bergerak.

“Alat ini itu semacam GPS yang bisa dipasang di mobil. Pemilik rental, tinggal memonitor saja ke mana mobilnya bergerak,” ujar Derifato, Sabtu (29/2/2020).

Untuk menggunakan Cresech, kata Derifato, pemilik rental hanya perlu mendaftar melalui aplikasi. Data mengenai mobil yang disewakan akan tersimpan dan bisa langsung dipantau secara real time.

Keunggulan Cresech juga bisa mendeteksi apakah mobil rental digunakan secara benar maupun tidak. Bila mobil tergores misalnya, Cresech bakal melaporkannya melalui notifikasi aplikasi.

“Jadi pakai sensor. Kalau misal ada goresan itu bisa langsung keluar notifikasi di aplikasi,” kata dia.

Derifato, mengatakan Cresech meraih medali silver dalam ajang Intellectual Property Invention, Innovation and Technology Exposition (IPITEx) di Bangkok, Thailand pada Februari 2019.

IPITEx adalah perlombaan tentang inovasi dari seluruh dunia. Kompetisi ini diikuti oleh lebih dari 30 negara diantaranya Indonesia, Singapura, Filipina, Polandia, Rumania, Iran, Mesir, Inggris, dan Rusia.

“Alhamdulillah kami dapat Silver di IPITEx waktu itu,” ucap Derifato.

Ke depan, Derifato ingin agar Cresech bisa diproduksi secara massal agar manfaatnya bisa dirasakan publik, “Sekarang lagi proses mencari dana supaya ini bisa diproduksi,” ucap dia.

Selain Derifato dan Riko, tiga mahasiswa dari jurusan berbeda juga urun peran dalam pembuatan Cresech.

Mereka adalah Wahono Ridhoning Gusti dari jurusan Sistem Informasi dan Lailatul Fajriyati Farah Hasibah serta Fairus Azizah Herlambang dari jurusan Teknik Industri. (Aminatus Sofya)

Ikuti kami di
Editor: Wiwit Purwanto
Sumber: Surya
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved