Hidupkan Warung Rakyat Pemkab Banyuwangi Bagi Kupon Makan Warga Terdampak Corona

warung rakyat dilibatkan agar memberi dampak perputaran ekonomi bagi pelaku usaha mikro. Warung rakyat yang pendapatannya juga ikut tetap terjaga

SURYATRAVEL.COM/HAORRAHMAN
Warung rakyat di Banyuwangi kembali hidup setelah dapat order dari Pemkab 

SURYATRAVEL.COM, SURABAYA – Dampak wabah virus Corona juga berimbas pada warung warung rakyat.

Tapi di Banyuwangi warung  rakyat ini mulai dilibatkan untuk menyiapkan makanan bagi para pekerja informal yang terdampak penyebaran virus Corona.

Pemkab Banyuwangi mulai membagikan kupon makan gratis untuk para pekerja informal terdampak penyebaran virus corona (Covid-19).

Mereka adalah pekerja informal yang mengandalkan pendapatan harian, dan kini pemasukannya turun lantaran banyak warga mengurangi aktivitas luar rumah.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, warung-warung rakyat dilibatkan agar memberi dampak perputaran ekonomi bagi pelaku usaha mikro.

Warung rakyat yang pendapatannya juga ikut turun tetap terjaga dengan order dari Pemkab Banyuwangi ini.

Adapun pekerja informal tetap terpenuhi kebutuhan makannya.

”Sehingga ini sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui. Warung rakyat tetap hidup, penyerapan tenaga kerjanya terjaga, bisnis bumbu-bumbu di pasar terserap. Di sisi lain, ini bisa membantu pekerja informal yang pendapatan hariannya berkurang di masa sulit saat ini,” ujar Anas, Jumat (3/4).

Anas memaparkan, pembagian kupon ditentukan lokasi dan waktu pengambilan, serta makanan wajib dibawa pulang, sehingga penyaluran program ini memperhatikan kewajiban physical distancing.

Adapun warung-warung rakyat dipantau higienitasnya. Menunya memenuhi konsumsi gizi seimbang, seperti memadukan karbohidrat (nasi), vitamin (sayur-sayuran), dan protein (daging, telur, kacang-kacangan).

Anas menjelaskan, pembagian kupon makan gratis dengan melibatkan warung rakyat pada hari ini masih dalam tahap uji coba.

Sebanyak 1.500 kupon dibagikan dengan melibatkan sejumlah warung rakyat, di antaranya Warung Mbok Ijah, Warung Ijo, Warung Nyit-Nyit, dan sebagainya.

”Kami evaluasi lagi, nanti kekurangannya diperbaiki sebelum diperluas ke kawasan Banyuwangi lainnya. Kami ingin ada lebih dari 500 warung rakyat dilibatkan untuk menjangkau ribuan pekerja informal. Jadi nanti pekerja informal sasaran dapat makan tiap hari di warung. Kuponnya mingguan atau bulanan, detil dana dan mekanisme sedang dibahas,” ujar Anas.

Anas menambahkan, pembagian kupon itu adalah salah satu wujud jaring pengaman sosial bagi pekerja informal terdampak.
”Tentu tidak semua kupon makanan. Jaring pengaman yang lain mayoritas berbentuk sembako,” tandasnya.(haorrahman)

Ikuti kami di
Editor: Wiwit Purwanto
Sumber: Surya
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved