Petugas Siaga di 19 Pintu Masuk Kota Surabaya, Imbau Yang Tidak Berkepentingan Tidak Masuk Kota

Bagi mereka yang tak memiliki kepentingan mendesak diimbau untuk terlebih dahulu tak masuk ke Surabaya selama pandemi Covid-19.

Penulis: Wiwit Purwanto
Editor: Wiwit Purwanto
SURYATRAVEL.COM/YUSRON NAUFAL
Petugas saat bersiaga di posko yang tersebar di pintu masuk Surabaya 

SURYATRAVEL.COM, SURABAYA – Meski tak menutup sepenuhnya penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di 19 pintu masuk Surabaya disiagakan personil dari Pemkot Surabaya.

Personil yang bertugas ini aktif memberikan imbauan kepada pengendara yang hendak masuk.

Bagi mereka yang tak memiliki kepentingan mendesak diimbau untuk terlebih dahulu tak masuk ke Surabaya selama pandemi Covid-19.

"Memang kita tidak menutup jalan, jalan arteri, jalan tol, itu tidak boleh," kata Koordinator Protokol Komunikasi, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, M Fikser di Balai Kota Surabaya, Jumat (3/4/2020).

Sementara bagi mereka yang memiliki keperluan, misal urusan logistik, medis, pemerintahan, hingga mereka warga luar kota yang bekerja di Surabaya diperbolehkan masuk. Tapi dengan dilakukan sterilisasi terlebih dahulu.

"Kita tidak bisa melakukan tindakan melebihi kewenangan pemerintah kota dan bertentangan dengan pemerintah pusat," imbuhnya.

Di masing-masing posko yang tersebar di 19 titik itu, dijaga oleh personil Pemkot dengan berkoordinasi bersama pihak terkait seperti jajaran kepolisian dan TNI setempat.

Dengan penerapan semacam itu, warga luar kota yang tidak berkepentingan memang sejauh ini diimbau tak masuk Surabaya dulu.

Selain itu, penyemprotan di lakukan kepada pengendara yang lewat.

"Jadi yang sekarang kita lakukan, kita coba melakukan imbauan kepada warga," terangnya.

Sekadar diketahui, 19 pintu masuk itu, yakni Stadion Gelora Bung Tomo (Pakal), Terminal Tambak Oso (Benowo), Dupak Rukun (Asemrowo), Kodikal (Pabean).

Kemudian, Mayjen rumah pompa (Dukuh Pakis), Gunungsari (Jambangan), Kelurahan Kedurus (Karang Pilang), Masjid Agung (Kec. Gayungan) dan Jeruk (Lakarsantri).

Termasuk juga di Driyorejo, Benowo Terminal (Pakal), Tol Simo (Sukomanunggal), Mal City of Tomorrow (Dishub), MERR Gunung Anyar (Gunung Anyar).

Lalu, di Suramadu (Kec. Kenjeran), Rungkut Menanggal (Gunung Anyar), Wiguna Gunung Anyar Tambak (Gunung Anyar), Margomulyo (Tandes) dan Pondok Chandra (Gunung Anyar).(Yusron Naufal)

Sumber: Surya

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved