Jajanan Tradisional Carang Mas Dari Ubi Jalar Sembuhkan Masuk Angin Kini Tembus Hongkong

Carang Mas sudah go internasional hingga tembus Hongkong. Muryati, salah satu pembuat jajan Carang Mas. Warga Dusun Jatiroto, Desa Slorok, Blitar

suryatravel/imam taufiq
Jajan tradisional Carang Mas oleh oleh khas Blitar 

SURYATRAVEL.COM, SURABAYA –  Awalnya jajanan tradisional jajan Carang Mas yang berbahan dasar ubi jalar ini hanya dipakai sebagai pengganjal perut kala lapar.

Tapi kini Carang Mas sudah go internasional hingga tembus Hongkong. Muryati, salah satu pembuat jajan Carang Mas.  Warga Dusun Jatiroto, Desa Slorok, Kecamatan Doko Kabupataen Blitar  ini menyulap jajanan Ubi Jalar ini menjadi Carang Mas yang  bernilai jual tinggi dan dikenal di masyarakat.

Cara membuatnya tidak terlalu sulit,  “ubi itu harus dicuci dulu, kemudian diangin-anginkan sebentar, baru dimasukkan wajan, pengorengan, baru diberi adonan gula pasir, yang sudah dilarutkan dengan air. Begitu adonan gula itu sudah tercampur, baru dimasukkan cetakan, untuk dibentuk sesuai selera. Ada yang berbentuk bulat, ada yang lonjong,” katanya.

Jika sudah terbentuk seperti ini, tinggal diangin-anginkan sebentar. Selanjutnya, itu dibungkus plastik, dengan masing-masing bungkus itu berisi antara 15 biji dan 30 biji.

Perbungkus seharga Rp 10.000, berisi 13 biji. Untuk memasarkannya, ia semula mengandalkan warung-warung terdekat. Mulai di lingkungannya sendiri (Kecamatan Doko), sampai akhirnya kini bisa menguasai pasaran di Kabupaten Blitar.

Bahkan, kini ia sudah bisa merambah pasaran luar negeri, di antaranya Hongkong. Itu yang membuatnya mengaku bangga.

"Sejak bulan September 2019 lalu, kami dapat pesanan untuk mengirim ke Hongkong. Dan, sekali kirim itu sebanyak 350 bungkus atau senilai Rp 3,5 juta," paparnya.

Pengiriman ke Hongkong itu, diakuinya, bisa membuat usahanya cukup tertolong di saat semua usaha apapun lesu akibat wabah Corona. Namun, usahanya itu tak terdampak karena ada permintaan rutin setiap minggu sekali, untuk mengirim ke Hongkong. Hasilnya, usaha home industri-nya tetap bertahan di tengah perekonomian makro lagi lesuh ini.

"Dengan rutin seperti ini (pengiriman ke Hongkong), ditambah pasaran lokal, maka kami bisa bertahan. Ya, paling tidak, kami masih dapat untung Rp 3 juta per minggu. Itu sudah bersih," ujarnya.

Selain jadi jajan camilan, papar dia, mungkin belum banyak orang tahu, kalau carang mas itu punya khasiat lain. Dari jaman nenek moyang dulu, sampai kini, itu diyakini bisa menyembuhkan masuk angin, terutama bagi orang lagi kembung.. 

"Masuk angin atau kembung, yo bablas mas kalau habis makan jajan ini. Perut yang besesek itu, segera longgar," ujarnya.

Tak hanya enak dijadikan camilan, namun jajan ini juga selalu dihidangkan saat hari raya Idul Fitri. Karena itu, menjelang puasa seperti ini, ia mengaku pesanan dari lokal sudah mulai banyak. Jika hari biasa, seperti ini ia membuat 1.600 biji, namun jika menjelang lebaran naik dua kali lipat. (imam taufiq)

Ikuti kami di
Editor: Wiwit Purwanto
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved