Penjual Oleh Oleh Khas Trenggalek Sedih Tak Lagi Stok Camilan, Berharap Corona Cepat Berlalu

Tradisi ramai pembeli di toko oleh oleh khas Trenggalek jelang lebaran ini harus pupus lantaran larangan mudik dan imbauan agar tetap dirumah saja

Editor: Wiwit Purwanto
suryatravel/aflahulabidin
Toko penjual oleh oleh khas Trenggalek tak bisa panen pembeli karena ada larangan mudik 

SURYATRAVEL.COM, SURABAYA - Para pedagang di pusat oleh-oleh khas di Kabupaten Trenggalek harus bisa bersabar lagi karena menjelang lebaran yang biasanya ramai pembeli kini sebaliknya.

Tradisi ramai pembeli di toko oleh oleh khas Trenggalek  jelang lebaran ini harus pupus lantaran larangan mudik dan imbauan agar tetap dirumah saja untuk menghambat penyebaran virus Covid-19, menyebabkan toko oleh oleh ini sepi pembeli.

Salah satu penjual di toko oleh oleh Sri Muawanah, sekarang tidak lagi menyetok camilan untuk dijual. Kini ia hanya memajang dagangan yang sudah distok jauh hari sebelumnya.

"Terakhir beli stok sebelum corona, sekitar dua bulan lalu. Padahal biasanya kulakan tiap minggu," ujar Sri, Rabu (6/5/2020).

Sri menjual aneka camilan oleh-oleh. Yang paling laris, kata dia, adalah camilan khas Trenggalek, yakni keripik tempe, alen-alen, dan manco.

Pada puncak musim Ramadhan menjelang Lebaran tahun lalu, Sri mengaku bisa menjual hingga Rp 20 juta camilan saban hari. "Sekarang cari Rp 200.000, Rp 300.000 saja susah," ungkap Sri.

Biasanya di musim yang sama, Sri sampai memperkerjakan tiga pegawai untuk melayani pembeli. Sekarang, hanya Sri dan suami yang berjualan di toko yang terbilang besar itu.

"Dulu sehari bisa jual, misalnya, alen-alen 1 kuintal. Sekarang 5 kilogram saja lama lakunya," lanjutnya.

Pada Sabtu dan Minggu saat hari biasa, puluhan kendaraan pariwisata juga mampir ke toko tersebut sebelum wabah corona. "Sekarang kan sudah tidak ada lagi yang pariwisata," ungkap Sri.

Toko Sri biasanya penuh dengan stok camilan di saat seperti ini. Tapi hari itu, toko terlihat lengang. Beberapa rak tampak kosong tak terisi barang jualan. 

Kondisi yang sama juga diungkapkan Mukayan, pedagang oleh-oleh lain. Mukayan mengaku omzet drop hingga 80 persen.

Di momen jelang Lebaran tahun lalu, ia bisa mengantongi hingga Rp 3 juta per hari. Sekarang paling banyak Rp 500.000.

Sama dengan Sri, Mukayan juga lama tak menyetok jajanan. "Terakhir belanja 15 kuintal. Sekarang nunggu dulu," tutur dia.

Sri, Mukayan, dan pedagang lain di pusat oleh-oleh itu berharap, wabah corona segera berlalu. Sehingga, geliat ekonomi di Trenggalek bisa kembali seperti dulu. (aflahulabidin)

Foto: surya/aflahulabidin

Pedangang di pusat oleh-oleh khas Trenggalek di Desa Kedunglurah, Kecamatan Pogalan, Selasa (5/5/2020). Pedagang kini harus "berpuasa" karena omzet anjlok

Sumber: Surya
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved