Hari Ini Pesawat dan Kereta Api Jarak Jauh ke Surabaya Beroperasi Lagi, Mudik Tetap Dilarang

meski layanan angkutan transportasi kembali beroperasi, tetap tidak ada klausul yang membolehkan untuk masyarakat untuk mudik

suryatravel/ahmad zaimul haq
Susana terminal keberangkatan Bandara Internasional Juanda sebelum penerapan PSBB 

SURYATRAVEL.COM, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan sudah mendapatkan konfirmasi mulai hari ini satu maskapai penerbangan selain Garuda juga akan kembali membuka penjualan tiket dengan tujuan ke Bandara Juanda. 

Tidak hanya itu setelah sempat tidak melayani rute jarak jauh dari dan ke Surabaya, kereta api juga kembali akan melayani rute perjalanan dari Jakarta maupun Bandung ke Surabaya.

Hal tersebut merupakan tindak lanjut dari terbitnya SE Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nomor 4 Tahun 2020 tentang Kriteria Pembatasan Perjalanan Orang Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19.

"Besok ada kabar satu flight lagi di luar maskapai penerbangan Garuda yang melayani rute penerbangan ke Jatim. Selain itu kereta api juga akan mulai melayani rute Jakarta-Pasar Turi, maka kita koordinasikan supaya ini tetap berseiring dengan proses yang kita lakukan untuk pencegahan penyebaran covid-19," kata Gubernur Khofifah Indar Parawansa dalam konferensi pers di Gedung Negara , Jumat (9/5/2020) malam. 

Ia memastikan meski layanan angkutan transportasi kembali beroperasi, tetap tidak ada klausul yang membolehkan untuk masyarakat untuk mudik ataupun melakukan mobilitas selain urusan yang dikecualikan.

Selain itu untuk transportasi angkutan laut dari maupun ke kawasan yang tengah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) juga masih belum diperbolehkan. 

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur,  Nyono, menambahkan untuk angkutan udara, akan ada penerbangan, akan tetapi yang akan dibuka untuk masyarakat adalah mereka yang dalam kondisi kebutuhan mendesak. 

"Mulai besok dibuka perjalanan penerbangan dari Jakarta ke Juanda. Kemudian untuk kereta api, akan ada tiga trayek yang akan diluncurkan, yang pertama Jakarta-Surabaya Pasar Turi lewat Semarang, lalu kedua Jakarta-Surabaya lewat Jogja, lalu Bandung-Surabaya. Untuk kereta api dimulai tanggal 10 Mei 2020," terang Nyono.

Sedangkan untuk jalur laut, kawasan yang tengah menerapkan PSBB perusahaan pelayaran tetap tidak diperbolehkan untuk menjual tiket penumpang. Sehingga yang diperkenankan hanya untuk angkutan logistik dan barang saja.

Sehingga di Tanjung Perak tetap tidak akan diterapkan penjualan tiket pelayaran untuk penumpang.

"Untuk angkutan bus, kami sudah melakukan koordinasikan, nanti akan ada bus yang akan diberikan perjalanan pengoperasian di tiga terminal Jatim. Yaitu di Ngawi, Purabaya dan Arjosari. Itu untuk bus antar kota antar provinsi," Tegas Nyono. 

Akan tetapi bus yang beroperasi tetap dilakukan penerapan protokol kesehatan. Bus yang beroperasi juga diberikan stiker khusus. Mereka juga akan tetap diberlakukan pemeriksaan di check point yang tersedia.

Jika tidak memenuhi syarat penerapan physical distancing dan protokol kesehatan yang lain maupun penumpang juga tidak ada alasan yang jelas dan mudik maka mereka akan dikembalikan atau diminta putar balik. 

"Untuk mempermudah pelaskanaan di lapangan sesuai dengan SE Gugus Tugas,  maka syarat di SE itu adalah sebagai  syarat untuk penumpang beli tiket. Kalau tidak membawa surat atau kelengkapan pengecualian seseorang boleh melakukan perjalanan, maka mereka tidak akan dilayani.  Baik di bus, pesawat, kereta api maupun penyebarangan angkutan laut," tandas Nyono. 

Sehingga ia menyebut bahwa pengetatan arus perjalanan masyarakat tetap dijalankan dan tidak diberikan kelonggaran untuk mudik. Jika memang nekat dan terdeteksi saat pemeriksaan di check point, maka mereka akan dikembalikan ke tempat asal. (fatimatuz zahroh)

Ikuti kami di
Editor: Wiwit Purwanto
Sumber: Surya
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved