Petis Kangkung Semarang Ala Danastri Cookies Kudapan Murah Kaya Vitamin Pas Untuk Berbuka Puasa

selain lumpia, rupanya Semarang juga memiliki kuliner khas lainnya yakni, petis kangkung.ditemani dengan lauk yang digoreng garing.

suryatravel/istimewa
Petis Kangkung Semarang kudapan murah tetapi menyehatkan 

SURYATRAVEL.COM, SURABAYA – Petis kangkung Semarang kuliner satu ini mungkin masih awam, karena kalau bisara kuliner Semarang salah satunya yang ngehit adalah Lumpia.

Tapi ternyata selain lumpia, rupanya Semarang juga memiliki kuliner khas lainnya yakni, petis kangkung. Petis kangkung biasanya tak dihidangkan sendirian, ia akan ditemani dengan lauk yang digoreng garing.

"Kalau saya biasanya digandeng dengan ikan wader goreng. Paduan itu paling pas menurut saya. Selain wader sebenarnya bisa dengan lauk apa saja, sesuai selera," terang Wahyu Ariantini, perempuan asli Semarang yang kini tinggal di Sidoarjo.

Sajian petis kangkung ini memiliki tampilan yang serupa dengan rujak. Hanya saja, petis kangkung tidak ditambah dengan isian lain yang ada pada rujak.

Bahkan, Wahyu mengaku jika sajian ini sangat mudah cara memasaknya dan tak membutuhkan waktu lama. Sehingga sangat cocok apabila orang tersebut tak memiliki banyak waktu.

"Tinggal merebus kangkung, dan memberikan bumbu tambahan pada petis agar lebih kaya rasa," imbuhnya.

Saat merebus kangkung, Wahyu menyarankan untuk tidak terlalu lama. Supaya tekstur kangkung tetap renyah dan tidak lembek.

Sementara bumbu tambahan yang ditambahkan pada petis adalah irisan jeruk limau dan cabe rawit, untuk menghasilkan rasa asam manis pedas.

"Untuk jenis petis, sebenarnya bisa pakai petis apa saja. Karena kunci rasanya pada saat penambahan bumbu lain tadi," tuturnya.

Sentuhan terakhir adalah menyiramkan petis di atas kangkung yang telah direbus.

Sebenarnya, ada dua cara dalam menikmati petis kangkung. Pertama, petis disiram di atas kangkung. Kedua, kangkung dicocol ke dalam petis. Tergantung selera yang menikmati.

Di Semarang, petis kangkung ini sangat populer karena selain bahannya mudah didapat, dia juga termasuk makanan yang murah dan menyehatkan.

"Dibanding sahur, petis kangkung lebih cocok dinikmati saat berbuka. Kangkung sendiri memiliki kandungan vitamin A dan zat besi. Juga dapat mencegah dehidrasi," jelas perempuan kelahiran tahun 1961 ini.

Wahyu mengaku biasa membuat petis kangkung saat ia merasa rindu dengan kampung halamannya.
Rupanya, hasil karya itu tak terlalu mengecewakan. Rasanya persis seperti saat ia masih tinggal di Semarang.

"Saya kemudian iseng untuk posting di status WhatsApp, eh ternyata kok banyak yang memesan," katanya.

Rata-rata Wahyu menerima pesanan petis kangkung dari teman-temannya yang juga berasal dari Semarang. Wahyu kemudian terpikir untuk menjual sajian ini secara online di @danastricookies yang ia kelola sendiri bersama anaknya.

"Supaya yang dikenal nggak cuma lumpia, tapi ada kuliner lain yang tak kalah terkenal dan juga nikmat," tandasnya. 

Ikuti kami di
Penulis: Wiwit Purwanto
Editor: Wiwit Purwanto
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved