Salai Pisang Oven Trenggalek, Olahan Camilan Legit Pelengkap Takjil Buka Puasa Bikin Kangen

Namanya salai pisang oven. Makanan ini hasil kreasi Siska Hayu, warga Desa Sumber, Kecamatan Karangan.

suryatravel/aflahulabidin
Salai Pisang Oven ragam olahan pisang dari Trenggalek 

SURYATRAVEL.COM, TRENGGALEK – Aneka ragam olahan pisang menjadi camilan yang bukan saja menyehatkan tapi juga bikin kangen. Camilan ini punya rasa legit dan tekstur yang lembut setengah lumer ketika disantap.

Namanya salai pisang oven. Makanan ini hasil kreasi Siska Hayu, warga Desa Sumber, Kecamatan Karangan.

Saban hari, Siska mengolah sekitar tujuh tundun pisang jenis awak untuk dibikin salai pisang oven. Warga setempat menyebut pisang ini dengan nama pisang raja siam.

Pada saat bulan Ramadan, camilan ini diminati oleh banyak orang sebagai menu pelengkap berbuka puasa.

"Ini tekstur ketika makan seperti ketika makan kurma. Karena dioven, teksturnya lembut, sehingga seperti ada karamelnya," kata Siska, Selasa (12/5/2020).

Cara membuat salai pisang oven terbilang mudah. Siska tinggal memilih pisang awak yang sepenuhnya matang. Ia mendapat pisang ini dari para petani yang bisa dengan mudah ditemui di Trenggalek.

Di samping halaman rumah Siska, terdapat belasan tundun pisang awak siap olah dan setengah matang.

Saat pandemi corona, ia bisa mendapat pisang raja siam dengan mudah. Soalnya, banyak produsen salai lain yang memilih tak berpoduksi.

Setelah siap, pisang dikupas dan diiris tipis memanjang. Hasil irisan ditaruh di atas loyang dan dioven. "Suhunya kira-kira 100 derajat. Lama prosesnya sekitar tujuh jam," kata dia.

Usai matang, salai pisang ditiriskan hingga dingin. Lalu salai dibentuk bulat kecil-kecil, dibungkus kertas warna-warni, dan dikemas bergerombol mirip buah buah anggur.

Di musim Ramadan ini, Siska mengakui pesanan salai tak sebanyak tahun lalu. Apalagi banyak toko oleh-oleh mengurangi pesanan.

Siska memilih menjual sebagian besar produksinya lewat layanan online untuk menyiasatinya. Ia memasarkan produknya di media sosial.

"Pemasaran dari Trenggalek banyak yang lewat online. Selain juga ada juga dari langganan lama di luar kita. Seperti Ponorogo, Madiun, Magetan, Ngawi, Jombang, dan sekitarnya," sambung Siska.

Untuk produk yang dijual online, ia mengemas salainya dalam wadah parsel. Ada dua ukuran yang disediakan. Yakni ukuran kecil berisi 6 kemasan seharga Rp 25.000 dan ukuran besar berisi 18 kemasan seharga Rp 80.000. (aflahulabidin)

Ikuti kami di
Editor: Wiwit Purwanto
Sumber: Surya
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved