Sejumlah Toko Perhiasan Sudah Bersiap Buka Kembali Dengan Prosedur Kesehatan

perusahaan peritel perhiasan dari brand Mondial, Frank & co., Miss Mondial dan The Palace Jeweler, bersiap membuka kembali seluruh gerai perhiasannya

Editor: Wiwit Purwanto
suryatravel/istimewa
Salah satu gerai Frank & co. di Surabaya yang merupakan salah satu brand dari group CMK. 

SURYATRAVEL.COM, SURABAYA – Sejumlah toko perhiasan bersiap siap buka kembali setalah sempat tutup karena wabah Pandemi Covid-19.

Salah satunya PT Central Mega Kencana (CMK), perusahaan peritel
perhiasan dari brand Mondial, Frank & co., Miss Mondial dan The Palace Jeweler, bersiap membuka kembali seluruh gerai perhiasannya.

Hal itu dilakukan untuk semua gerai yang ada di seluruh Indonesia, setelah
menutupnya sejak 27 Maret lalu.

“Kami mempersiapkan diri untuk membuka kembali seluruh gerai perhiasan serentak di seluruh Indonesia dengan menyusun SOP (Standart Operasional Prosedur) yang baru berdasarkan anjuran pemerintah," kata Petronella Soan, Direktur Operasional PT CMK,

Pihaknya merasa perlu menetapkan, sebagai "New Normal" karena kesehatan
dan kenyamanan pengunjung gerai adalah prioritas utama. Lebih lanjut, Nella, sapaan akrab  Petronella Soan, menyebutkan bila protokol kesehatan baru pada industri retail tersebut telah dimodifikasi untuk industri ritel perhiasan.

"Hal ini diberlakukan oleh CMK dan kami berharap dapat melihat penurunan angka positif corona sambil memulai kembali menjalankan bisnis," lanjut Nella.

Prosedur Kesehatan Baru yang diterapkan CMK sebagai New Normal sejak dibuka kembali gerai perhiasannya, meliputi beberapa empat subyek. Yaitu pengunjung store, Jewelry Representatives, Produk, dan GSO (General Service Officer).

"Untuk subyek pengunjung store kami siapkan beberapa tindakan," jelas Nella.

Pertama, pengecekan suhu. Pengunjung gerai perhiasan CMK yang akan masuk, wajib di cek suhunya terlebih dahulu oleh GSO, dalam hal ini adalah security menggunakan thermo gun. Kedua, Booth Higienis, dimana pengunjung gerai perhiasan CMK akan diarahkan oleh GSO ke booth higienis untuk melakukan disinfeksi diri saat masuk ke dalam area.

"Ketiga, wajib menggunakan masker. Setiap pengunjung yang tidak membawa masker dapat mengambil di booth higienis dan wajib mengenakannya selama berada didalam area gerai perhiasan CMK," jelas Nella.

Keempat, jumlah maksimum pengunjung. Jumlah maksimum pengunjung adalah sebanyak 5 orang. "Jika sudah 5 orang di dalam, maka pengunjung ke-6 harus menunggu terlebih dahulu sampai ada yang keluar untuk dapat masuk kedalam gerai perhiasan CMK," ungkap Nella.
Termasuk didalam peraturan ini bahwa semua gerai CMK tidak diperbolehkan mengadakan acara atau keramaian sampai batas waktu yang ditentukan.
Kelima, pengaturan jarak kursi.

Tempat duduk pengunjung baik pada meja display ataupun sofa diberikan pengaturan minimal berjarak 1 meter supaya tidak saling berdekatan.

Sementara untuk para Jewelry Representatives, aturan yang diberikan meliputi, wajib menggunakan masker. Seluruh Frontliners diwajibkan untuk menggunakan masker yang telah disediakan dan mengganti setiap 4 jam sekali selama berada di area gerai perhiasan CMK.

Kemudian, pengecekan suhu. Seluruh Frontliners juga diwajibkan untuk di cek suhu tubuhnya menggunakan thermo gun. Jika suhu tubuh melebihi suhu 37,5 derajat celcius, maka disarankan untuk pulang (tidak memasuki area gerai terlebih dahulu).

Pemakaian hand sanitizer, diwajibkan untuk memakai hand sanitizer secara berkala, sebelum melayani pengunjung, ditengah proses interaksi, dan ketika selesai melayani pengunjung.

Selanjutnya, pengaturan jarak kursi, antar Frontliners minimal berjarak 1 meter (tidak saling berdekatan) dan dilarang untuk berkerumun di area gerai.

Hindari kontak fisik dengan diwajibkan untuk menghindari kontak fisik dalam bentuk apapun dengan pengunjung.

Kemudian mesin EDC wajib dibersihkan dengan alkohol 70 persen menggunakan kapas/tissue bersih sebelum pengunjung memasukkan pin di mesin EDC tersebut, dan kembali lakukan disinfeksi setelahnya.

"Menganjurkan pengunjung untuk membayar cashless menggunakan kartu debit/kredit atau dengan metode transfer," ungkap Nella.

Kemudian sebelum dan sesudah produk dicoba oleh pengunjung harus kembali disterilkan dibersihkan menggunakan disinfektan. "Jika pengunjung telah membeli produk, Frontliners wajib untuk memberikan edukasi cara pembersihan dan perawatan perhiasan yang baik dan benar," ungkap Nella.(Sri Handi Lestari). 

Sumber: Surya

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved