Duh Biaya Tes Rapid Sebagai Syarat Naik KA Lebih Mahal Daripada Harga Tiketnya

penumpang kereta api harus merogoh kocek lebih banyak, bukan untuk membeli tiket KA tapi untuk biaya tes rapid sebagai salah satu syarat

suryatravel/sri wahyunik
Petugas sedang memeriksa kelengkapan dokumen penumpang KA di Stasiun Jember 

Puji harus segera pulang sebelum masa berlaku keterangan rapid-nya berakhir. Sedangkan sang ibu ditinggal di Yogyakarta bersama saudaranya untuk menjalani terapi. 

Biaya perjalanan memakai KA bagi dua orang itu tetap lebih murah dibandingkan biaya rapid test. 

Hitungannya biaya dua orang dengan tiga perjalanan itu, total mencapai Rp 548.000. Sementara biaya rapid test mencapai Rp 570.000.

Biaya rapid test di laboratorium yang dipilih Puji terbilang murah dibandingkan beberapa tempat lain. 

Di tempat lain seperti laboratorium dan RS swasta, biaya test rapid berkisar antara Rp 290.000, Rp 350.000, sampai Rp 490.000. 

Itu biaya rapid test yang dilakukan secara mandiri oleh warga. 

Mulai hari ini, PT KAI Daop 9 Jember mulai mengoperasikan empat KA yakni Ranggajati, Tawangalun, Sritanjung, dan Probowangi. 

Penumpang KA wajib membawa persyaratan antara lain surat keterangan terindikasi bebas dari Covid-19 yang dibuktikan dengan hasil rapid test non reaktif atau tes polymerase chain reaction (PCR) hasil non reaktif. Atau menunjukkan surat keterangan bebas sakit influenza dari Puskesmas atau dokter rumah sakit yang daerah tersebut tidak memiliki fasilitas tes PCR atau rapid test. (Sri Wahyunik)

Ikuti kami di
Editor: Wiwit Purwanto
Sumber: Surya
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved