Kabar Gembira Suku Tengger Perayaan Yadnya Kasada Tetap Digelar Tanpa DIsaksikan Wisatawan

Perayaan Yadnya Kasada oleh warga suku Tengger di Gunung Bromo, Jawa Timur tetap dilaksanakan tanpa disaksikan wisatawan

Suryatravel/Fatimatus zahroh
Kawasan wisata Gunung Bromo masih ditutup, untuk upacara Yadnya Kasada tetap dilaksanakan 

SURYATRAVEL.COM, MALANG – Kabar gembira bagi warga Suku Tengger di Gunung Brom. Perayaan Yadnya Kasada oleh warga suku Tengger di Gunung Bromo, Jawa Timur tetap dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan. Perayaan tersebut dijadwalkan digelar pada 6 dan 7 Juli 2020.

“Kasada tetap dilaksanakan mengingat itu ritual masyarakat Tengger yang dilakukan setiap tahun,” ucap Humas Balai Besar Taman Nasional Bromo, Tengger dan Semeru (TNBTS), Syarif Hidayat, Minggu (14/6/2020).

Meski Yadnya Kasada dapat digelar, perayaan tersebut tidak dapat disaksikan oleh wisatawan. Sebab kawasan Gunung Bromo masih ditutup untuk mencegah penularan Covid-19.

“Untuk tahun ini  dibatasi hanya untuk masyarakat Tengger saja,” katanya.

Syarif menyebut Yadnya Kasada yang biasanya menjadi agenda wisata tahunan di Gunung Bromo juga dihapus untuk tahun ini.

Kesepakatan itu diambil berdasarkan rapat bersama Dinas Pariwisata Kabupaten Probolinggo, Kepala Desa se Sukapura dan disaksikan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo.

Terkait pembukaan kembali kawasan Bromo untuk kegiatan wisata di era kenormalan baru, Syarif mengatakan sedang menunggu keputusan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Selain itu, rekomendasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan empat Pemerintah Daerah yakni Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Malang dan Lumajang.

“Ditambah Gugus Tugas Covid-19 juga sangat penting dan menjadi perhatian kami berkaitan dengan protokol dan komitmen semua pihak,” tandasnya.

Sebagai informasi, penutupan kawasan TNBTS untuk kegiatan wisata mengacu kepada surat edaran dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tertanggal 15 Maret. Selain itu, juga sesuai dengan edaran Bupati Probolinggo dan Lumajang tertanggal 16 Maret yang memerintahkan agar kawasan wisata di dua kabupaten itu ditutup.

Kepala TNBTS pada waktu itu, John Kennedie mengatakan penutupan sementara ini akan terus dievaluasi dengan memperhatikan kebijakan dari Kementerian KLHK dan pemerintah daerah, “Masyarakat diminta tenang, tidak panik,” tukasnya.

Ikuti kami di
Penulis: Wiwit Purwanto
Editor: Wiwit Purwanto
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved