Alun Alun Kota Batu Dibuka Kembali Pengunjung Wajib Taati Protokol Kesehatan Yang Ada

alun alun batu buka, Selama di dalam alun-alun, pengunjung wajib mengenakan masker. Petugas keamanan juga tidak segan untuk menegur

Alun Alun Kota Batu Dibuka Kembali Pengunjung Wajib Taati Protokol Kesehatan Yang Ada
suryatravel/benni indo
Keramaian Alun-alun Batu setelah dibuka untuk umum, Minggu (21/6/2020) 

SURYATRAVEL.COM, BATU – Kabar gembira bagi warga Batu dan sekitarnya, Alun-alun Batu telah dibuka kembali dengan penerapan protokol kesehatan ketat.

Sekretaris pengelola Alun-alun Batu, S Fatmawati menjelaskan ada sejumlah ketentuan bagi warga yang hendak main di alun-alun. Sehubungan dengan adanya pandemi Covid-19, beberapa hal seputar protokol kesehatan yang diterapkan di Alun-alun harus diketahui dan dipatuhi demi keamanan dan keselamatan bersama.

“Pastikan pengunjung dalam kondisi sehat atau tidak sedang sakit. Memasuki alun-alun wajib mencuci tangan terlebih dahulu di tempat yang sudah disiapkan. Selanjutnya harus melewati pemeriksaan suhu badan. Suhu di atas 37,5 tidak diperkenankan memasuki taman wisata alun-alun,” ujar Fatmawati, Senin (21/6/2020).

Selama di dalam alun-alun, pengunjung wajib mengenakan masker. Petugas keamanan juga tidak segan untuk menegur yang kedapatan membuka masker. Pengunjung harus mematuhi aturan penjarakan fisik atau physical distancing antara sesama pengunjung, minimal berjarak 1 meter.

“Tidak diperkenankan untuk berkumpul atau bergerombol. Termasuk disaat berfoto bersama di kawasan taman alun-alun,” imbuh Fatma.

Warga selama beraktivitas di dalam alun-alun juga diminta untuk menjaga kebersihan. Demi keamanan, maka wahana bianglala hanya dibatasi dua orang saja dalam satu kabin.  Sementara yang sedang mengantri untuk memasuki wahana harus berjarak minimal 1 meter.

“Untuk wahana permainan anak, hanya dibatasi untuk 10 anak saja, dengan durasi bermain maksimal 20 menit supaya bisa bergantian dengan anak lainnya,” ujarnya.

Jumlah pengunjung yang ada di dalam alun-alun juga dibatasi. Pengunjung diminta membatasi waktu di dalam alun-alun supaya bisa bergantian dengan pengunjung lainnya. Pengunjung diperkenankan berada di kawasan alun-alun maksimal 60 menit atau sejam.

“Untuk Senin sampai Kamis, hanya dibuka satu pintu masuk di barat dan satu pintu keluar di utara. Sementara itu untuk akhir pekan ditambah satu pintu masuk yaitu di selatan,” terang Fatma.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Batu, M Chori menyatakan, disiplin dan kesadaran masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan dalam melaksanakan aktivitas sangat penting. Kedisiplinan menjadi kunci untuk memutus rantai penularan.

“Di manapun dan kapanpun, karena tidak mungkin pemerintah harus mengawasi semua aktivitas dan kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat selama 24 jam,” kata Chori.

Diterangkannya, salah satu cara agar masyarakat disiplin adalah dengan menempatkan beberapa personil TNI/Polri di tempat umum dan aktivitas sosial ekonomi yang menjadi tempat berkumpulnya masyarakat. Selain itu Pemkot Batu juga terus memperbanyak kampung tangguh bahkan kalau bisa diturunkan levelnya pada tingkat keluarga.

“Sehingga dapat melakukan pengawasan dan pengendalian atau operasi cipta kondisi serta sosialisasi yang lebih luas tentang pentingnya protokol kesehatan dan memperkuat tim pelacakan,” tutup Chori. (Benni Indo)

Ikuti kami di
Editor: Wiwit Purwanto
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved