Wisata Religi Makam Sunan Bonang Rencana Dibuka Agustus, Peziarah Harus Ikuti Protokol Kesehatan

sejak penutupan sampai sekarang makam Sunan Bonang masih tutup rencana makam kembali dibuka perkiraan awal Agustus 2020

Wisata Religi Makam Sunan Bonang Rencana Dibuka Agustus, Peziarah Harus Ikuti Protokol Kesehatan
suryatravel/ m sudarsono
Kawasan Makam Sunan Bonang Tuban dipadati peziarah sebelum ditutup akibat pandemi covid-19 

SURYATRAVEL.COM, TUBAN – Wabah Pandemi Covid-19 hingga kini belum berakhir, karena itu sejumlah tempat wisata masih ditutup.

Seperti wisata religi Makam Sunan Bonang di Tuban yang hingga kini masih di tutup untuk pengunjung. Hal ini dikemukakan untuk meluruskan kabar yang ramai dibicarakan jika Wisata Sunan Bonang apakah sudah dibuka atau belum.

"Tidak benar sudah buka, sejak penutupan sampai sekarang makam Sunan Bonang masih tutup," kata Pj Ketua Yayasan Mabarrot Sunan Bonang Tuban, Sutrisno Rachmat, Senin (22/06/2020)

Dia menjelaskan, rencana makam kembali dibuka perkiraan awal Agustus 2020, setelah memperoleh ijin atau rekomendasi dari Pemkab, Gugus Tugas  Covid-19 dan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB).

Setelah mengantongi itu, maka tempat ziarah berlaku terbuka untuk umum, tentu dengan menerapkan protokol kesehatan sebagaimana berlaku.

"Rencana dibuka Agustus, saya juga tidak tahu itu mengenai kabar kedatangan peziarah. Belum dibuka untuk saat ini," tegas Sutrisno. 

Ditambahkannya, apabila dibuka, maka peziarah harus menerapkan protokol kesehatan, mulai persiapan saat berangkat harus mengisi form di website atau diserahkan di sekretariat, cuci tangan, pakai masker, dan bawa kantong plastik untuk sendal dibawa masuk ke lokasi.

Kemudian, peziarah menjalani sterilisasi di pintu masuk, tidak berjabat tangan sesama peziarah, menjaga jarak saat ziarah, berwudlu, salat. Peziarah diberi batas waktu maksimal 25 menit.

Untuk petugas dianjurkan menerapkan protokol kesehatan, lantai masjid dan lokasi ziarah disemprot disinfektan secara berkala, mengatur jarak peziarah dan mengatur kuota peziarah apabila terjadi penumpukan.

Apabila ada peziarah sakit, maka harus segera diisolasi, bila perlu penanganan dokter, serta segera menghubungi petugas gugus covid-19 terdekat.

"Jika sudah dibuka, maka pedoman tentang protokol kesehatan harus dijalankan oleh peziarah, termasuk petugas juga," pungkasnya.( Mochamad Sudarsono)

Ikuti kami di
Editor: Wiwit Purwanto
Sumber: Surya
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved