Motor Tetap Greng Saat Pandemi Corona, Begini Kata Anak Motor Ninja

All Variant Ninja Community (AVNC) Surabaya punya tips agar mesin motor kembali greng saat digunakan lagi.

Motor Tetap Greng Saat Pandemi Corona, Begini Kata Anak Motor Ninja
suryatravel/wiwit purwanto
Komunitas Bold Riders dari All Variant Ninja Community Surabaya pada sebuah kegiatan 

SURYATRAVEL.COM, SURABAYA – Masa PSBB Pandemi COVID-19 dalam kurun tiga bulan terakhir bisa saja kegiatan berkurang dan membuat intensitas penggunaan motor menjadi berkurang.

Nah akibatnya, performa motor bisa menurun atau bahkan mengalami kerusakan mesin karena jarang dipakai. Tapi tidak perlu galau, anak anak dari  All Variant Ninja Community (AVNC) Surabaya punya tips agar mesin motor kembali greng saat digunakan lagi.

Andik Nuryanto, Sekretaris AVNC Surabaya mengatakan masalah motor yang jarang digunakan sebagian besar adalah di pengapian. Voltase baterai atau accu akan turun tegangannya. Karena itu, jika motor memang tidak akan digunakan dalam waktu lama, sebaiknya kabel ke accu dilepas.

"Kondisi ideal accu adalah 11,4 hingga 12,5 volt. Jika tegangan di bawah 11 volt maka akan menyulitkan menghidupkan motor. Sebaiknya kabel ke accu dilepas dulu agar tegangannya tetap utuh saat motor akan dipakai lagi," tutur Andik di Surabaya, Rabu (24/06/2020).

Terkait bahan bakar, kata Andik pemilik motor bisa mengosongkan bensin atau justru mengisi penuh tangki motornya. Karena khusus untuk tangki motor injeksi terdapat sistem fuel pumpnya.

“Jika motor diisi penuh atau dikosongkan, kemungkinan terjadinya kerusakan pada fuel pump menjadik lebih kecil,” tukasnya.

Aspek lain yang penting diperhatikan adalah rem motor.  Rem menggunakan mekanisme hidrolik.  Sehingga jika motor terlalu lama tidak digunakan maka dikhawatirkan ada kotoran di piston kaliper yang akan menekan kampas remnya. 

"Motor sekarang sudah pakai teknologi, jadi mesti lebih rajin merawat nya, termasuk rem yang bisa berisiko jika tidak diperhatikan betul," sambung Andik yang juga bagian dari Bold Riders Surabaya.

Andik yang sudah bertahun-tahun jadi anggota Bold Riders menyarankan pemilik motor untuk selalu mengecek dan mengganti oli secara berkala. Oli yang mengendap terlalu lama akan mengurangi kualitas dari oli itu sendiri. 

"Ganti oli idealnya dilakukan setiap 2.000 hingga 2.500 kilometer (KM). Filter oli juga harus dicek, atau jika lama tidak dipakai lebih baik diganti," imbuhnya.

Pria yang sudah puluhan tahun gemar ngoprek motor ini juga mengingatkan pemilik motor untuk mengecek air radiator. Jika kondisi air berada di level low pada reservoir tank, maka perlu dilakukan pengisian. Sementara pengurasan air radiator sebaiknya dilakukan setiap 20.000 hingga 40.000 KM. 

Bagi motor yang akan dipakai lagi setelah lama tak turun ke jalanan, sebaiknya juga diperiksa kondisi kick staternya.

Sebelum kunci di on kan ada baiknya kick stater dilakukan beberapa kali. Setelah itu, mesin bisa dihidupkan.

"Jika motor lama tidak terpakai maka endapan oli ada di dasar mesin. Khawatirnya jika langsung distarter dan menyala maka mesin di bagian atas tidak ada pelumasnya. Kalau gak ada pelumasnya gesekannya bisa merusak mesin," pungkasnya.

Ikuti kami di
Penulis: Wiwit Purwanto
Editor: Wiwit Purwanto
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved