Pra Ekskavasi Ungkap Situs Kumitir Tempat Pendharmaan Mahesa Cempaka Kakek Dari Raden Wijaya

Tujuan dari pra ekskavasi ini dilakukan mengambil lubang uji untuk membuktikan hipotesis kontruksi dinding Talud di Situs Kumitir

suryatravel/m romadoni
Arkeolog BPCB Jatim melakukan pra ekskavasi pada dinding Talud kawasan Situs Kumitir, Dusun Bendo, Desa Kumitir, Kecamatan Jatirejo Kabupaten Mojokerto, Rabu (1/7/2020) 

SURYATRAVEL.COM, MOJOKERTO – Situs Kumitir  di Mojokerto terus digali keberadaannya.  Tim Arkeolog Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur mulai melakukan pra ekskavasi di  kawasan Situs Kumitir, Dusun Bendo, Desa Kumitir, Kecamatan Jatirejo Kabupaten Mojokerto.

Pra ekskavasi ini dilakukan sebelum kegiatan ekskavasi besar-besaran yang akan dilaksanakan pada Agustus bulan depan.

"Tujuan dari pra ekskavasi ini dilakukan  mengambil lubang uji untuk membuktikan hipotesis kontruksi dinding Talud di Situs Kumitir," ujar Arekolog BPCB Jatim Wicaksono Dwi Nugroho di lokasi ekskavasi, Rabu (1/7/2020).

Ia mengatakan sesuai kajian awal bahwa Situs Kumitir diduga berbentuk persegi panjang 400 meter x 400 meter.

Sedangkan, pada pra ekskavasi yang dilakukan selama tiga hari ini membuktikan tembok atau dinding Talud Situs memang berbentuk persegi empat dan luanya sekitar 312,3 meter x 193,6 meter.

"Bentuk dan luasnya kawasan Situs Kumitir ini diperoleh dari pengukuran peta udara pada pagi tadi dan menghubungkan hasil  penggalian di beberapa kotak-kotak gali yang dilakukan dua hari kemarin," ungkapnya.

Menurut dia, diketahui level ketinggian tanah posisi dari struktur batu bata di dinding Talud lebih rendah di sebelah barat dan tinggi pada bagian timur.

Adapun selisihnya, sekitar 1,5 meter sampai 2 meter yang berarti bahwa Talud Situs Kumitir pada bagian barat lebih rendah dibandingkan sisi timur hasil penggalian pada 2019.

"Pada sisi timur 48 meter Mdpl dan sisi barat 46 Mdpl sehingga ada selisih kurang lebih 2 meter yang secara detail akan dihitung ulang dan kemungkinannya besok kita baru mendapat hasilnya," jelasnya.

Wicaksono menyebutkan penemuan ini memperkuat hipotesis bahwa dalam satu lingkup kompleks di Situs Kumitir memiliki  kontruksi bangunan berbentuk trap atau undak-undak.

Pada sisi timur sudah ditemukan pipi tangga yang diperkirakan dari Candi Kumitir dan batu-batu candi pada Maret 2020 yang kuat dugaan di area makam itu merupakan bangunan candi utama.

"Permukaan area disisi timur yang lebih tinggi diperkuat adalah area utama candi dan di sisi barat merupakan tempat masuk sebelum menuju ke area sakral yang letaknya lebih tinggi," terangnya.

Ditambahkannya, target ekskavasi yaitu memunculkan Talud yang mengelilingi di pusat Situs Kumitir. Kemudian, sebagian kecil di sekitar area makam dengan harapan untuk mengetahui jejak dari pondasi candi. 

"Harapannya pada ekskavasi nanti kita mengetahui batas-batas di Situs Kumitir yang dibuktikan dengan dinding atau Talud keliling pada sisi barat dan sisi timur, utara dan selatan guna menentukan kebijakan pelestariannya juga untuk area konservasi," pungkasnya. ( Mohammad Romadoni).

Ikuti kami di
Editor: Wiwit Purwanto
Sumber: Surya
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved