Trenggalek Wajibkan Kendaraan Travel Antar Kota Lewat Check Point JIka Tidak Akan Ditindak

Mobil travel dari daerah zona merah masuk Trenggalek wajib Check Point jika melanggar akan ditindak tegas

suryatravel/aflahulabidin
Petugas check point di Terminal Durenan, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek memeriksa pengguna kendaraan yang lewat. 

SURYATRAVEL.COM, TRENGGALEK –Antisipasi meluasnya penularan wabah Covid-19 masih dilakukan ketat   Pemkab Trenggalek. Salah satunya dalah semua kendaraan angkutan antar kota (travel) wajib lewat check point.

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin mengatakan hal itu ketika menanggapi banyaknya mobil travel masuk Trenggalek yang lewat jalan tikus untuk menghindari check point.

"Kami akan menindak travel yang kami ketahui lolos dan tidak melaporkan ke check point. Kami sedang susun aturannya. Kami lakukan penegakan dengan aparat kepolisian," kata pria yang akrab disapa Mas Ipin itu, Rabu (1/7/2020).

Mobil travel dari daerah zona merah, kata dia, rentan membawa penumpang yang berisiko tinggi terpapar Covid-19.

Buktinya, ada beberapa kasus positif Covid-19 di Trenggalek yang pulang kampung naik travel dari daerah rentan. Mereka diduga terpapar virus ketika masih di Surabaya.

Para pasien tersebut akhirnya baru teridentifikasi terpapar Covid-19 dari hasil penjagaan tim Satgas di masing-masing desa.

Itu juga terjadi pada dua dari empat pasien baru Covid-19 di Trenggalek. Mereka pulang dari Surabaya naik travel. Padahal, mereka juga telah mengantongi hasil positif dari tes PCR.

"Kami akan sosialiasikan SOP (Standar Operasional Prosedur) untuk travel tersebut di era now normal. Paling tidak, pihak travel harus memastikan penumpang yang dibawa non reaktif rapid test," sambung Mas Ipin.

Dengan masuk ke check point, kata dia, penumpang bisa dideteksi sedini mungkin soal risiko terpapar Covid-19.

Di titik check point itu, penumpang yang berasal dari zona merah akan menjalani rapid test. Jika hasilnya reaktif, mereka bakal diisolasi terlebih dulu di asrama yang disediakan sembari menunggu pemeriksaan lanjutan.

"Sehingga tidak perlu menelusuri kontak erat di desa-desa yang punya risiko tertular," katanya.

Selama ini beberapa penumpang travel memang lolos check point ketika pengemudi travel memilik jalur-jalur tikus.

Namun, mereka akan tetap teridentifikasi dan terdata di desa tempat penumpang tinggal.

"Kalau mereka lolos check point, mereka tidak lolos di pemeriksaan desa. Tapi yang penting, pengecekan berlapis," ucapnya. (aflahulabidin)

Ikuti kami di
Editor: Wiwit Purwanto
Sumber: Surya
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved