Pariwisata Jatim Siap Buka Kembali Ada 49 Destinasi Wisata Siap Buka Era New Normal

Sampai saat ini ada 8 kabupaten dan 1 kota di Jatim yang menyatakan destinasi wisata di wilayahnya siap dibuka

suryatravel/wiwit purwanto
Wisata Pasir Putih Pantai Dalegan buka dengan protokol kesahatan setelah 3 tutup karena wabah Covid-19 

SURYATRAVEL.COM, SURABAYA – Perkembangan dunia pariwisata di Jawa Timur dalam masa pandemi Covid-19 makin menunjukkan tren positif.

Sampai saat ini ada 8 kabupaten dan 1 kota di Jatim yang menyatkan destinasi wisata di wilayahnya siap dibuka.

Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur Tri Bagus Sasmito , mengatakan destinasi wisata di daerah mereka telah disiapkan protokol kesehatan agar siap menyambut kedatangan wisatawan dengan aman dan nyaman di era tatanan normal baru. 

Dari 8 kabupaten dan 1 kota itu tercatat ada 49 destinasi wisata yang melaporkan pada Disbudpar Jatim untuk siap dibuka. 

“Beberapa destinasi di 8 kabupaten dan 1 kota itu antara lain, di Kota Batu ada Eco Green Park dan Jatim Park 2. Lalu di Pasuruan ada Cimory, Taman Safari Indonesia, Taman Purwodadi, Banyuwangi ada Pantai Bangsring, di Blitar ada Kampung Coklat, dan Magetan ada wisata Sarangan. Diantaranya itu,” kata Bagus, Jumat (3/7/2020).

Pembukaan destinasi ini akan diverifikasi tim dari kabupaten kota yang terdiri dari Disbudpar Kabupaten Kota setempat, gugus tugas dan aparat terkait. 

Dari 49 destinasi yang sudah melaporkan diri siap dibuka mereka sambil terus melakukan penyempurnaan protokol kesehatan dan mendapatkan rekomendasi pembukaan dari pemerintah kab/kota yang mempunyai kewenangan. 

Menurutnya mereka bisa menjadikan SE Gubernur perihal tatanan kenormalan baru sektor pariwisata Jatim dan SK Kadisbudpar Jatim tentang petunjuk teknis SOP protokol kesehatan di lingkungan usaha pariwisata sebagai pedoman.

SE dan SK ini dapat dijadikan panduan kabupaten kota dan pelaku usaha pariwisata dalam pelaksanaan persiapan pembukaan destinasi. 

“Namun tetap, pembukaan destinasi tersebut harus melihat kondisi daerah yang menyesuaikan zona kuning atau zona hijau penularan covid-19 dan kewenanganya sepenuhnya di bupati atau walikota,” tegas Bagus. 

Selain destinasi wisata, sektor pariwisata yang dinilai Bagus lebih siap adalah hotel dan restoran. Meski mereka memang tidak ada penutupan selama pandemi, namun pengelola sudah terbilang adaptif menyesuaikan protokol kesehatan. 

Seperti hotel yang dalam proses pengurusan check in dan pembayaran sudah menggunakan sistem online atau jika offline menggunakan bolpoin yang disemprot desinfektan secara rutin. Begitu juga dengan kondisi kamar yang tentunya didesinfektan setiap ganti tamu. Dan oleh tim Disbupar hotel dan restoran yang sudah menerapkan prtokol kesehatan diberi stiker khusus.

“Hotel dan restoran lebih siap mengenai protokol kesehatan. Namun yang butuh didorong adalah meningkatkan kepercayaan masyarakat,” pungkasnya. 

Ikuti kami di
Penulis: Wiwit Purwanto
Editor: Wiwit Purwanto
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved