Travelers Wajib Perhatikan Kondisi dan Usia Ban Kendaraan Bermotor Sebelum Bepergian

travelers lebih baik menghindari kerusakan dini kondisi ban dengan melakukan pengecekan rutin sebelum melakukan perjalanan dengan kendaraan

suryatravel/wiwit purwanto
Travelers wajib cek kondisi ban sebelum bepergian dengan kendaraan bermotor 

SURYATRAVEL.COM,  SURABAYA – Travelers yang suka bepergian menggunakan kendaraan pribadi baik roda dua maupun roda empat, ada baiknya untuk selalu memperhatikan kondisi ban.

Ban adalah bagian dari kaki kaki yang sangat vital komponen yang berhubungan langsung antara kendaraan dengan jalan.

Apalagi bagian dari kaki-kaki mobil tersebut tak selamanya mendapatkan beban ideal, yang membuat ban bekerja keras.

Karena itu wajar jika dalam beragam kondisi itu akan muncul banyak kerusakan pada ban. Hingga mengharuskan karet bundar tersebut harus diganti karena tidak aman jika tetap digunakan.

Nah para travelers lebih baik menghindari kerusakan secara dini kondisi ban dengan melakukan pengecekan secara rutin sebelum melakukan perjalanan dengan kendaraan bermotor.

Hal tersebut dikatakan langsung oleh Head of Aftersales dari Astra Peugeot, Aidil Swastomo.

"Karena jika tetap dipaksa jalan ban akan rusak dan membuat tidak nyaman bagi pengendara maupun penumpangnya," kata Head of Aftersales dari Astra Peugeot, Aidil Swastomo, Selasa (7/07/2020).

Lebih fatal lagi jika mobil dipaksa berkendara dalam keadaan ban rusak atau ban kondisinya menipis, maka selain tidak nyaman keamanan berkendaraan juga menjadi ancaman bagi pengendara dan orang lain.

Untuk menghidari masalah di jalan, ada beberapa indikasi yang perlu diketahui terkait penyebab ban rusak yang harus segera diganti selain tapak atau profil ban yang sudah tipis atau habis, jadi memang perlu memperhatikan betul tanda-tandanya.

“Salah satunya dapat dilihat pada indikator keausan ban atau TWI (tread wear indicator). Langkah ini bisa dilihat pada dinding ban kendaraan. Lihat juga periode produksi ban ada pada permukaan. Umumnya periode minggu dan tahun produksi ban keluar dari pabrik,” ungkapnya.

Menurutnya usia produksi ban ideal berada di bawah 2 tahun. "Jadi performanya masih tetap prima jika di luar pemakaian yang ekstrim, Contohnya 4019 pada permukaan ban, artinya ban diproduksi minggu ke-40 pada tahun 2019," tandasnya.

Ikuti kami di
Penulis: Wiwit Purwanto
Editor: Wiwit Purwanto
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved