Komunitas Trail Malang Suka Nrabas dan Bikin Jalur Baru Di Belantara Hutan Dan Pesisir Pantai

Komunitas trail malang Komuniras ini rajin membuka jalur baru termasuk belantara hutan Malang serta pesisir pantai selatan.

SURYATRAVEL/ Sylvianita Widyawati
Komunitas Trail Malang dalam sebuah acara Nrabas jalur baru 

SURYATRAVEL.COM, MALANG- Salah satu komunitas motor trail Malang yang merupakan bagian dari komunitas SuperAdventure adalah Komunitas Trail Tawon. Mereka ada sejak lima tahun terakhir ini.

Komuniras ini rajin membuka jalur baru termasuk belantara hutan Malang serta pesisir pantai selatan.

“Jalur baru yang kami buka cukup banyak. Seperti Jalur Naga di Kawasan Bromo,” ungkap leader Komunitas Trail Tawon Malang, Didik Prastya pada suryamalang.com, Kamis (9/7/2020).

Jalur ini sangat menantang. Konturnya terjal menguras tenaga para anggota komunitas SuperAdventure Malang ini. Ini menghubungkan wilayah Dusun Jarak Ijo, Desa Ngadas, Kecamatan Pancokusumo, Kabupaten Malang ke  Pananjakan. 

Ia menceritakan, ketika pertama membuka jalur ini, maka jalannya harus dicangkuli dulu. Hal ini tidak bisa dilupakannya. Ditambahkan, jalur baru yang telah dibuka oleh komunitasnya tak terhitung lagi. 

Pembukaan jalur baru bukan sekadar menghubungkan lokasi satu ke lokasi lainnya. Namun akan menjadi tempat baru para anggota ini untuk ‘ngetrail’. 

"Peminat di kegiatan ini, usianya beragam. Bahkan ada yang sudah berusia 55 tahun namun semangatnya masih tinggi," kata Didik.

Kegiatan ngetrail atau istilahnya "nrabas" ini memiliki penggemar yang loyal. Biasanya dilakukan setiap akhir pekan. Sekali "nrabas", kata dia ada sekitar 10 hingga 15 anggota. 

Didik mengaku sering "nrabas" bareng tak hanya dengan Tawon, tapi juga komunitas lainnya. Seperti  Upluk, Btrax, dan klub lainnya.

Karena medan yang dilalui cukup berat, maka dibutuhkan motor yang mumpuni. Selain itu risiko cidera seperti patah tulang juga mengintai. Karena itu butuh kehati-hatian dan kemampuan. Salah satunya dengan sering mengasah ke lapangan.

Risiko saat ngetrail seperti jatuh lalu patah tulang kadang juga "numani" ( gak bikin kapok). Habis sembuh, jalan lagi.

Dengan pengalamannya, ia memberikan tips buat penghobi ini saat terjun ke arena SuperAdventure.

“Pertama, jika akan "nrabas", pastikan dulu kondisi ban. Jika cuaca hujan pakai ban pacul trail. Kalau kering pakai ban standar. Bagian lain di motor juga diperhatikan agar tetap kencang. Sedang gir belakang bisa dibesarkan," kata dia. 

Komunitas Tawon berdiri 12 Januari 2015. Diberi nama tawon ternyata ada ceritanya. Di mana, salah satu anggota disengat tawon. "Saya juga kena sengat," ceritanya.

Akhirnya kami namakan komunitas ini tawon, lanjutnya. Anggota komunitas ini beragam pekerjaan. Ada anggota TNI, pengusaha, hingga karyawan swasta. Kebanyakan motor yang dipakai komunitas ini adalah KLX, CRF, serta motor kustom dengan CC di atas 200. (Sylvianita Widyawati)

Ikuti kami di
Editor: Wiwit Purwanto
Sumber: Surya
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved