Penerapan Protokol Kesehatan Diperketat Menyusul Kenaikkan Traffic Penumpang Pesawat

protokol kesehatan diperketat menyusul kenaikkan penumpang pesawat d bandara juanda

suryatravel/istimewa
Mendukung penerbangan khusus Bandara Juanda bikin Posko Gabungan 

SURYATRAVEL.COM, SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur memperketat pengawasan penerapan protokol kesehatan khususnya dalam hal pengaturan transportasi setelah terbitnya Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nomor 9 Tahun 2009 pada tanggal 26 Juni 2020.

SE tersebut mengatur tentang kriteria dan persyaratan perjalanan orang dalam masa adaptasi kebiasaan baru menuju masyarakat produktif dan aman dari covid-19.

“Mulai kemarin tanggal 16 Juli 2020, ada kenaikan traffict pesawat di bandara Juanda. Dari 11 penerbangan menjadi 14 penerbangan per hari untuk dalam negeri. Sedangkan untuk penerbangan internasional hanya 2 penerbangan per hari,” kata Kadishub Provinsi Jawa Timur Nyono, Jumat (17/7/2020). 

Dengan kenaikan intensitas ini seiring dengan terbitnya SE No 9 Tahun 2020  maka syarat yang harus dipenuhi penumpang yang ingin melakukan perjalanan kembali diperketat. 

Dalam surat tersebut disebutkan setiap individu yang melaksanakan perjalanan orang dalam negeri, dengan transportasi umum darat, perkeretaapian, laut, dan udara.

Maka harus memenuhi persyaratan menunjukkan identitas diri KTP yang sah, dan menunjukkan uji rapid test maupun PCR Test dengan nasil non reaktif maupun negatif yang berlaku 14 hari saat keberangkatan. 

Begitu juga dengan persyaratan perjalanan orang kedatangan luar negeri. Setiap individu yang datang dari luar negeri harus melaksanakan PCR Test saat tiba. Bila belum melaksanakan dan tidak dapat menunjukkan surat hasil PCR test dari negara keberangkatan. 

“Kami memang fungsinya adalah koordinatif. Terkait syarat membawa rapid test sejauh ini tingkat kepatuhan masyarakat sudah tinggi. Sebab juga diawasi langsung oleh agen penyedia tiket. Sehingga surat keterangan sehat mau Kenaikkan Traffic pun rapid test atau swab juga menjadi syarat bisa dibelinya tiket,” kata Nyono.

Namun yang masih ditemukan pelanggaran adalah terkait pembatasan kapasitas maksimum penumpang dalam armada angkutan umum.

Dimana untuk angkutan udara batas maksimum armada diisi penumpang hanya 70 persen. Sedangkan untuk angkutan darat dibatasi 50 persen di zona merah dan 70 persen di zona oranye hingga kuning.

Terkait masih ada saja PO, maskapai, maupun angkutan yang melanggar. Misalnya saja adalah pesawat yang melebihi kapasitas  penumpangnya. Begitu juga dengan PO bus.

“Kemarin masih kami temukan hal itu terjadi. Dan kami langsung memberikan surat ke dirjen supaya ada teguran karena kalau kami tidak bisa menegur,” kata Nyono.(fatimatuz zahroh)

Ikuti kami di
Editor: Wiwit Purwanto
Sumber: Surya
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved