Status Gunung Raung Naik Menjadi Waspada, Sementara Dilarang ada Pendakian

status Gunung Raung berdasarkan data PVMBG Jumat (17/7)hingga pukul 06.00, ada 26 kali Gempa Letusan dan 20 getaran Tremor Non-Harmonik

Editor: Wiwit Purwanto
zoom-inlihat foto Status Gunung Raung Naik Menjadi Waspada, Sementara Dilarang ada Pendakian
suryatravel/istimewa
Status Gunung Raung meningkat, sementara waktu pendakian ditutup

SURYATRAVEL,COM, BANYUWANGI – Para penghobi pendaki gunung agaknya bersabar karena salah satu gunung yang jadi jujugan pendakian adalah Gunung Raung kini mengalami peningkatan status, naik dari normal (level I) menjadi waspada (level II) mulai, Jumat (17/7), pukul 14.00.

"Dalam aktivitas level II (waspada) agar masyarakat, pengunjung, wisatawan tidak melakukan aktivitas dalam radius  2 kilometer dari kawah atau puncak," kata Kasbani, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Posisi Raung secara administratif termasuk dalam tiga wilayah Kabupaten, yakni Banyuwangi, Bondowoso, dan Jember. 

Tingkat aktivitas Raung adalah level I (normal) sejak 24 Oktober 2016.

Berdasarkan data PVMBG pada Jumat (17/7), hingga pukul 06.00, tercatat 26 kali Gempa Letusan dan 20 getaran Tremor Non-Harmonik.

Sebelumnya jumlah dan jenis gempa yang terekam selama 1 Januari hingga 16 Juli 2020 pukul 10.00 WIB, didominasi oleh gempa tektonik jauh, tektonik lokal, satu kali gempa terasa pada 19 Maret, serta beberapa kali Gempa Hembusan sejak tanggal 13 Juli 2020. 

Jumlah Gempa Hembusan terus meningkat sejak tanggal 16 Juli 2020 pukul 10.52 WIB, dan diikuti oleh kemunculan Tremor Non-Harmonik dan Gempa Letusan. 

"Raung merupakan salah satu gunung api aktif. Gunung api ini merupakan gunung api strato berkaldera, dengan kawah utama Kaldera Raung," kata Kasbani.

Raung memiliki ketinggian puncak mencapai 3332 meter di atas permukaan laut. Kaldera Raung berbentuk ellips dengan ukuran 1750 x 2250 meter, dalamnya 400-550 m dari pematang gunung. 

Kasbani menjelaskan pada 16 Juli 2020 pukul 10.52 WIB, teramati kenaikkan tinggi asap hembusan menjadi 100 m dari atas puncak disertai perubahan warna menjadi putih kecoklatan. 

Pada pukul 13.56 WIB teramati perubahan warna kolom hembusan menjadi warna putih kelabu, dengan ketinggian 100 m dari atas puncak. Terjadi 60 kali hembusan atau erupsi sejak pukul 10.52 WIB, berupa kolom abu berwarna kelabu dan kemerahan, dengan ketinggian 50 hingga 200 m.

Pada 17 Juli 2020, pukul 00.00 – 06.00 WIB erupsi masih terjadi sebanyak 26 kali, menghasilkan kolom abu berwarna coklat dengan intensitas tipis hingga sedang dan tinggi 50 – 200 m di atas puncak/kawah.

Sebelumnya sejak 1 Januari hingga 16 Juli 2020, asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas sedang tinggi sekitar 50 meter dari puncak. 

Namun menurut Kasbani, potensi bahaya sebaran material dari hembusan abu pada 16 dan 17 Juli 2020 masih berada di sekitar kawah atau puncak Raung, yang merupakan Kawasan Rawan Bencana III. 

"Namun demikian, sebaran abu dapat terbawa ke daerah yang lebih jauh tergantung arah dan kecepatan angin," tambah Kasbani. 

Itulah yang membuat PVMBG melarang aktivitas pendakian ke Gunung Raung. (haorrahman)

Sumber: Surya
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved