Okupansi Hotel di Banyuwangi Mulai Meningkat di Masa New Normal Pariwisata

Okupansi hotel di Banyuwangi mengalami peningkatan yang signifikan dibandingkan awal pandemi, Maret-Juni lalu.

suryatravel/haorrahman
Okupansi hotel di Banyuwangi mengalami peningkatan yang signifikan dibandingkan awal pandemi 


SURYATRAVEL.COM, BANYUWANGI - Setelah terpuruk di awal masa pandemi, kini perhotelan mulai bangkit kembali. Bahkan ada hotel yang kamar huniannya penuh (full booked).

Okupansi hotel di Banyuwangi mengalami peningkatan yang signifikan dibandingkan awal pandemi, Maret-Juni lalu. Saat itu, banyak hotel yang merumahkan pegawainya dan menghentikan operasional.

Di masa transisi new normal pariwisata, banyak hotel yang mengalami peningkatan okupansi.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, Mohammad Yanuarto Bramuda, mengatakan, dalam tiga pekan terakhir jumlah hunian hotel berbintang di Banyuwangi lebih tinggi dari prediksi pelaku industri perhotelan.

"Rata-rata sudah diangka 45 persen. Ini cukup mengejutkan karena prediksi kami hanya 20 persen. Bahkan ada beberapa hotel berbintang di Banyuwangi yang full booked dalam 3 Minggu terakhir," kata Bramuda, Selasa (21/7).

Salah faktor yang mendongkrak peningkatan okupansi ini, karena adanya sertifikasi, dan terus melakukan evaluasi penerapan dan pelayanan protokol kesehatan yang gencar oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.

Hotel-hotel yang telah mendapat sertifikasi, dipromosikan oleh pemerintah melalui Banyuwangi Tourism.

Pemberian sertifikasi ini merupakan upaya untuk memastikan wisatawan dan tamu terjamin keamanannya selama berada di Banyuwangi. Untuk mendapat sertifikasi ini butuh dua hingga empat kali evaluasi.

Fasilitas kolam renang menghadap panorama laut di salah satu hotel di Banyuwangi
Fasilitas kolam renang menghadap panorama laut di salah satu hotel di Banyuwangi (suryatravel/haorrahman)

Proses pemberian sertifikasi ini, setelah dilakukan simulasi tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) yang disupervisi oleh Dinas Kesehatan melakukan evaluasi melihat langsung penerapan protokol kesehatan.

“Yang sudah baik, kami beri sertifikat ditempelkan di lokasi yang terlihat dan ditampilkan di aplikasi sehingga mudah dicari pengunjung. Tapi dievaluasi berkala, jika melanggar, sertifikatnya dicabut, tempat usahanya ditutup sementara sampai ada pembenahan,” kata Bramuda.

Menurut Bramuda, untuk pengunjung hotel seluruhnya masih wisatawan lokal, seperti dari Surabaya, Lumajang, Tapal Kuda seperti Jember, Probolinggo, Situbondo.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Wiwit Purwanto
Sumber: Surya
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved