Wisata Adrenalin

Spot Idola Penggemar Panjat Tebing Wisata Panjat Tebing Maha Waru Cok Gunung Pamekasan

wisata alam adrenalin tebing batu kapur,Tebing Maha Waru Cok Gunung. Jadi idola penggemar panjat tebing dan wisatawan

suryatravel/kuswanto ferdian
Pengunjung saat mencoba memanjat Tebing Maha Waru Cok Gunung Pamekasan, Madura, Rabu (22/7/2020) 

SURYATRAVEL.COM,  PAMEKASAN – Penggemar  olahraga yang menantang adrenalin harus mencoba spot ini.

Wisata alam tersebut merupakan kawasan dataran tinggi di Pamekasan bagian utara, tepatnya di Kecamatan Waru. Sebuah bukit atau tebing batu kapur dengan nama Tebing Maha Waru Cok Gunung.

Karena masih belum tergarap seluruhnya, wisata alam ini  belum memenuhi standar keselamatan, baik dalam hal pemenuhan peralatan ketinggian, maupun belum adanya pendamping atau guide yang mumpuni di kegiatan outdoor itu.

Terutama bagi orang awam tanpa peralatan yang memadai, serta tanpa kemampuan khusus.

Ketua umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Pamekasan, Wahyudi mengatakan, berbagai pilihan objek wisata alam di Pamekasan seharusnya memenuhi standar keselamatan tertentu. 

Baik, dalam hal pemenuhan peralatan ketinggian, maupun pendamping atau guide yang mempuni di kegiatan outdoor. 

Karena sejumlah objek wisata alam di Pamekasan memiliki ketinggian dan berkontur ekstrem sangat riskan dan rawan apabila ada pengunjung yang memanjat tanpa pendampingan.

"Ini, seharusnya menjadi perhatian semua pihak. Khususnya terkait alat pengaman dan prosedur keselamatan ketinggian," katanya.

Namun ia meyakini pada new normal nanti akan banyak wisatawan maupun pemanjat tebing yang akan datang kesini.

"Akan terjadinya lonjakan pengunjung ini, wajib diperhatikan semua pihak terutama pengelola agar tidak lengah dan waspada sejak dini soal keselamatan pengunjung," sarannya.

Nur Maulidi, pegiat outbond di Madura mengatakan para pengelola wisata alam untuk menyediakan sejumlah fasilitas keamanan demi kenyamanan serta keselamatan pengunjung saat berwisata di ketinggian.

“Ini merupakan kewajiban pengelola wisata untuk menerapkan standar pelayanan wana wisata yang beresiko dan menyuguhkan spot ketinggian tertentu,” tukasnya. (Kuswanto Ferdian)

Ikuti kami di
Editor: Wiwit Purwanto
Sumber: Surya
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved