Pengrajin Batik Tulis Tanjung Bumi Berharap Wisatawan Datang lagi Ke Madura

meredanya pandemi covid-19 saat ini dimulainya kenormalan baru, penjualan batik tulis Tanjung Bumi berangsung membaik dan mengalami pemulihan

suryatravel/fatimatus zahroh
Pengrajin Batik Tanjung Bumi Madura berharap masa pandemi wisatawan datang lagi ke Madura 

SURYATRAVEL.COM, BANGKALAN - Dampak pandemi covid-19 benar dirasakan oleh Hanif Muslim, pengrajin batik tulis Tanjung Bumi Kabupaten Bangkalan. Di bulan pertama pandemi di Maret 2020 lalu, omset penjualan batik di tiga tokonya menurun drastis. 

Namun ia bersyukur, dengan mulai meredanya pandemi covid-19 saat ini, dan dimulainya kenormalan baru, penjualan batik tulis miliknya berangsung membaik dan mengalami pemulihan. 

Bahkan Hanif Muslim dan para pekerjanya begitu sumringah saat gerai mereka didatangi oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan rombongan, Sabtu (25/7/2020). Dagangan mereka diborong oleh gubernur wanita pertama di Jatim tersebut. 

"Sebelum pandemi omset kami bisa Rp 10 juta per harinya, kadang sampai sepuluh potong. Tapi pandemi omsetnya anjlok. Paling parah saat bulan Maret kami bisa tidak ada omset sama sekali, blas," kata Hanif Muslim. 

Memasuki new normal mulai ada pemasukan karena masa new normal bisa mulai mendatangkan wisatawan. Karena para pengusaha batik sejauh ini mengandalkan kedatangan wisatawan untuk bisa mendongkrak penjualan. 

"Kami susah kalau tidak ada wisatawan. Kami itu tiga kampung pengrajin batik semua. Penghasilannya bergantung pada penjualan batik. Maka kami berharap pandemi ini bisa segera berakhir," ucapnya. 

Saat didatangi gubernur bersama bupati Bangkalan gerainya banyak diborong lebih dari 50 potong batik. Bahkan ada yang dibandrol dengan harga Rp 20 juta lebih. Karena ada batik yang dibeli dengan usia lebih dari 20 tahun. 

Sementara Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan pemulihan ekonomi tengah diupayakan Pemprov Jatim. Menurutnya tidak cukup dilakukan dengan skala besar saja. Melainkan harus didetailkan agar bisa lebih teliti dan kongkrit. 

Batik, menjadi salah satu produk tekstil unggulan andalan yang juga menjadi fokus program pemulihan ekonomi. Pemprov Jatim akan berupaya keras agar ekonomi bisa dipulihkan usai pandemi. Gas dan rem dalam pemulihan ekonomi harus diperhatikan. 

"Hari ini saya mendapatkan informasi yang cukup membahagiakan karena rupanya sejak akhir Mei kemudian Juni dan Juli sudah boleh disebut normal penjualan dari produk batik di Tanjung Bumi ini," ucap Khofifah. 

Karena itu beberapa kekayaan budaya dari pembatik tradisional di Tanjung Bumi ini menurutnya punya tanggung jawab untuk melestarikan mengembangkan dan mempromosikan.

"Makanya tadi ada batik yang sudah puluhan tahun usianya. Itu koleksi dari pemilik batik ini. Ditunjukkan kepada kita betapa detail dan lamanya untuk menghasilkan selembar batik itu," kata Khofifah. 

Lepas dari itu sebagai produk textile maka budaya membatik Tanjung Bumi ini harus mendapatkan ruang untuk dipromosikan. Pasar batik di Tanjung Bumi ini juga harus diperluas. 

"Kita berdoa mudahan pemulihan ekonomi ini bisa segera kita wujudkan. Maka kita akan masuk pada unit usaha lebih detail. Bukan sekadar sektornya saja," pungkas Khofifah. (fatimatuz zahroh)

Ikuti kami di
Editor: Wiwit Purwanto
Sumber: Surya
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved