Bikin Paspor Lebih Mudah Petugas Jemput Bola Bisa Datang ke Tempat Pemohon

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Tanjung Perak kali pertama pihaknya datang ke Gresik jemput bola bagi warga yang buat paspor

suryatravel/willy abraham
Petugas Imigrasi saat melayani pemohon membuat paspor di UMG 

SURYATRAVEL.COM, GRESIK - Warga Gresik kini tak perlu lagi repot dalam pembuatan paspor. Ada pilihan dengan memanggil petugas Imirgrasi Kelas 1 TPI Tanjung Perak, Surabaya datang ke Kabupaten Gresik.

Seperti dosen dan rektor di Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) yang membuat paspor di kampus, Selasa (28/7/2020). Total ada 48 orang terdiri dari para dosen dan rektor yang membuat paspor hari ini.

Berada di lantai 7 UMG di jalan Sumatera No. 101, Randuagung, Kebomas secara bergantian para dosen ini membuat paspor. Di satu ruangan, dibagi menjadi 10 orang terlebih dahulu dalam satu jam secara bergantian.

Tujuannya, untuk menghindari kerumunan. Para pemohon paspor hanya membawa KTP, Kartu Keluarga (KK), bisa membawa salah satu dari akta lahir, ijazah atau akta perkawinan dan Paspor RI bagi yang pernah memiliki.

Rektor UMG Setyo Budi,  menyambut baik layanan pengurusan paspor jemput bola seperti ini. Warga tidak perlu lagi ke luar kota, tidak perlu antri apalagi sampai melalui jalur tidak resmi yaitu calo untuk mendapatkan paspor.

"Ini namanya pro aktif, jemput bola," ucapnya, Selasa (28/7/2020).

Kedepannya, program seperti ini jangan hanya saat pandemi.

"Bisa ke lokasi-lokasi yang dianggap juga berhubungan dengan kegiatan luar negeri. Seperti di wilayah yang banyak warganya bekerja di luar negeri," terangnya.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Tanjung Perak, Sugiono mengatakan, ini merupakan kali pertama pihaknya datang ke Gresik jemput bola bagi warga yang ingin membuat paspor.

Program jemput bola ini merupakan salah satu terobosan yang ditawarkan kepada masyarakat selama pandemi covid-19. Apalagi, selama pandemi pemohon paspor baru turun drastis hingga 90 persen. Salah satu faktornya, penerbangan internasional banyak yang belum buka.

"Biaya pembuatan paspor tetap sama Rp 350 ribu," kata dia.

Ada empat sasaran, institusi perkantoran, pendidikan, komunitas atau organisasi, kelompok masyarakat atau perumahan. Hanya saja ada minimal batas pemohon paspor.

"Minimal 50 pemohon mengajukan nanti kita jadwalkan datang ke lokasi, hari ini 48 tidak apa-apa," terangnya.

Syarat lainnya, adalah para pemohon itu diminta menyiapkan satu ruangan berisi meja, kursi dan jaringan WiFi sebagai server.

"Seumpama ada warga perumahan, pemohonnya berjumlah 50, menyiapkan satu balai RT atau RW sudah cukup," pungkasnya. (willy abraham)

Ikuti kami di
Editor: Wiwit Purwanto
Sumber: Surya
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved