Cuaca Ekstrim Suhu Dingin Dan Angin Kencang Di Puncak Gunung Lawu

Sejak empat hari lalu, terjadi cuaca ekstrem di puncak Gunung Lawu. Udara dingin mencapai sembilan derajat celcius. Cuaca dingin ini tak menyurutkan

suryatravel/doni prasetyo
Pendaki Gunung Lawu dari berbagai daerah terus berdatangan suhu dingin tidak membuat surut nyali para pendaki 

SURYATRAVEL.COM, MAGETAN – Cuaca dingin yang ekstrim di Puncak Gunung Lawu kini mencapai 9 derajat celcius. Pendaki diminta untuk mempersiapkan fisik dan mental.

Sejak empat hari lalu, terjadi cuaca ekstrem di puncak Gunung Lawu. Udara dingin mencapai sembilan derajat celcius. 

Cuaca dingin ini tak menyurutkan niat pendaki yang datang dari berbagai daerah di Indonesia, yang ingin naik ke puncak Gunung Lawu.

Udara dingin yang menusuk tulang ini bisa dirasakan di pintu pendakian Cemorosewu, Desa Ngancar, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan.

Saat ini, puncak Gunung Lawu yang mempunyai ketinggian 3.265 meter diatas permukaan laut (dpl) ini selain lagi musim dingin, juga angin kencang. Cuaca ekstrem ini hampir terjadi setiap tahunnya, diawal musim kemarau.

"Suhu dingin sembilan derajat celcius ini terjadi dibawah, dipintu pendakian Cemorosewu. Dipuncak Gunung Lawu, suhu udara lebih dingin lagi, kemungkinan dibawah sembilan derajat celcius,"kata Maulana Fajrin, salah satu pendaki  warga Denpasar, Bali.

Untuk menghangatan tubuh, pendaki di puncak Gunung Lawu membuat api unggun dan mengenakan baju hingga berlapis lapis, untuk menahan suhu ekstrim dan angin kencang.

"Di puncak gunung Lawu masih ada sekitar 100 orang pendaki yang bertahan. Saya bersama teman teman sudah lima hari berada di puncak Gunung Lawu,"kata Maulana Fajrin, yang mengaku baru pertama kali ini muncak di Gunung Lawu.

Seluruh pendaki yang sebagian besar masih bertahan di puncak Gunung Lawu itu, naik ke puncak lewat pintu masuk jalur pendakian Cemorosewu, Desa Ngancar, Plaosan, Magetan, Jawa Timur.

"Saat masuk pos pintu pendakian, oleh pengelola diminta mempersiapkan fisik dan peralatan lengkap untuk menghadapi cuaca ekstrem diatas. Makanya kita bisa melalui suhu udara ekstrem dipuncak,"kata Maulana Fajrin.(doni prasetyo)

Ikuti kami di
Editor: Wiwit Purwanto
Sumber: Surya
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved