Atraksi Wisata Banyuwangi Tarik Minat Traveloka Teken MoU Paket Atraksi Wisata Homestay

"Kami akan mengintegrasi homestay-homestay di Banyuwangi dengan teknologi Traveloka

Suryatravel/Wiwit purwanto
Tarian Jaranan Buto Banyuwangi dilakukan secara kolosal oleh anak anak milenial 

SURYATRAVEL.COM, BANYUWANGI - Paket atraksi wisata Banyunwagi menarik minat platform digital penyedia perjalanan dan penginapan, Traveloka.

Menandai kerjasama Traveloka menandatangani MoU dengan Pemkab Banyuwangi menyediakan paket atraksi wisata di homestay-homestay Banyuwangi.

Wisatawan tidak hanya mendapat fasilitas penginapan saja, namun diajak untuk terlibat dan menikmati atraksi wisata dari kawasan homestay tersebut.

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Co-founder dan Direktur Traveloka, Albert Zhang, dan Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, di Pendopo Banyuwangi, Rabu (29/7).

Albert mengatakan kerjasama dengan Banyuwangi, salah satunya pengembangan homestay yang kini banyak tumbuh di Banyuwangi.
"Kami akan mengintegrasi homestay-homestay di Banyuwangi dengan teknologi Traveloka. Kami punya data-data kecenderungan konsumen wisata yang bisa diintegrasikan dengan homestay di Banyuwangi," kata Albert.

Dengan keunggulan Traveloka bisa membantu homestay menjual dan memaparkan potensi-potensinya di Traveloka.
Menurutnya Banyuwangi memiliki potensi besar sebagai daerah digital apalagi dengan kepempinan Anas yang mensupport digitalisasi di Banyuwangi.

Anas mengatakan, saat ini homestay di Banyuwangi tumbuh pesat. Terdapat sekitar 650 homestay yang tersebar di berbagai kawasan pariwisata.

"Di kawasan destinasi wisata kami melarang pembangunan hotel, agar masyarakat bisa turut terlibat dan menikmati pariwisata dengan homestay mereka," kata Anas.

Tak hanya memudahkan wisatawan untuk mendapatkan akses yang terdigitalisasi di era normal baru ini, pemanfaatan teknologi platform Traveloka juga memudahkan para pelaku usaha di bidang pariwisata untuk memasarkan produk dan layanannya kepada konsumen.

"Kami percaya bahwa jangkauan Traveloka yang luas dapat semakin mempopulerkan destinasi pariwisata Banyuwangi, baik di skala nasional maupun di kancah global," jelas Anas.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, Muhammad Yanuarto Bramuda, mengatakan bersama Traveloka homestay akan membuat paket tidak hanya penginapan, namun juga dengan atraksi wisata sesuai potensi yang ada di kawasan tersebut.

"Misalnya homestay di perkebunan kopi. Wisatawan tidak hanya mendapat fasilitas menginap saja, namun akan diajak untuk memetik, menyangrai, mengolah kopi dan lainnya," kata Bramuda.

Dengan demikian akan memberi nilai tambah bagi homestay itu sendiri. Misalnya harga kamar Rp 100.000, ditambah dengan atraksi wisata bisa menjadi Rp 200.000 hingga Rp 300.000. "Itu akan menjadi pengalaman tersendiri bagi wisatawan, terutama wisatawan mancanegara," kata Bramuda. (haorrahman)

Ikuti kami di
Editor: Wiwit Purwanto
Sumber: Surya
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved