Menara Pandang Pantai Gemah Tulungagung Mangkrak Belum Satu Tahun Sudah Rusak

gardu pengawas di area wisata Pantai Gemah, Desa Keboireng, Kecamatan Besuki tidak difungsikan rusak dan mengkhawatirkan

suryatravel/david yohanes
Menara pandang di Pantai Gemah yang ditutup 

SURYATRAVEL.COM, TULUNGAGUNG – Menara pandang atau gardu pengawas di area wisata Pantai Gemah, Desa Keboireng, Kecamatan Besuki tidak difungsikan. Padahal rencananya gardu pandang ini dipakai untuk mengawasi para wisatawan yang bermain di pantai.

Selain itu gardu pengawas juga bisa dimanfaatkan wisatawan yang akan mengambil gambar dari ketinggian.

Menurut Ketua Pokdarwis Pantai Gemah, material kayu yang dipakai untuk pagar pembatas banyak yang lepas atau goyang.

“Kayu-kayu yang dipakai pagar pembatas banyak yang lepas. Bahaya kalau ada yang bersandar, apalagi tempatnya tinggi,” terang Rojikin.

Gardu pandang ini setara dengan bangunan tiga lantai. Pada tingkat dua dan tingkat tiga terdapat beranda melingkar yang bisa digunakan mengamati ke semua arah. Namun di setiap tingkat ini tidak ada lantainya, sehingga bangunan ini lebih mirip menara.

“Kami hanya menerima manfaat saja. Tidak tahu ini sumber dananya dari mana,” sambung Rojikin.

Bangunan gardu pandang ini diserahterimakan kontraktor ke Pokdarwis Gemah di akhir 2019. Gardu pandang ini hanya sebentar difungsikan oleh Pokdarwis.

Namun karena antusias wisatawan yang masuk sangat tinggi, gardu pandang ini akhirnya ditutup total. “Terlalu banyak wisatawan yang masuk, apalagi keamanannya kurang. Dari pada terjadi kecelakaan, kami tutup total,” tegas Rojikin.

Pengamatan di lokasi, gardu pandang ini kini ditempati oleh  kelelawar saat malam hari. Kotoran hewan ini terlihat berserakan di lantai dasar.

Sementara tangga kayu yang menghubungkan antar tingkat juga terkesan kurang kokoh. Rojikin mengaku bingung harus melapor ke mana agar gardu pandang ini diperbaiki. Sebab keberadaannya dianggap bisa menjadi bagian atraksi wisata.

Jika pun tidak boleh diakses wisatawan, gardu pandang ini berguna untuk tim penjaga pantai. “Semoga ada perbaikan supaya bisa difungsikan. Sayang kalau dibiarkan rusak nganggur,” pungkas Rojikin.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Tulungagung, Bambang Ernawan mengatakan, pihaknya belum mendapat laporan kerusakan menawa pengawas itu.

Bambang mengaku juga belum tahu sumber dana pembangunan, karena dirinya masih baru menjabat. “Sepertinya itu di bagian pengambangan. Coba nanti akan saya cek,” ujarnya. (David Yohanes)

Ikuti kami di
Editor: Wiwit Purwanto
Sumber: Surya
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved