Wisata Bromo

Dua Tahun Ke Depan Pariwisata Indonesia Pulih, Kampanye BISA Di Kawasan Gunung Bromo

Kemenparekraf kampanye BISA bersih, indah, sehat, aman di kawasan wisata Gunung Bromo sebut industri pariwisata akan pulih dalam dua tahun

suryatravel/Tony Hermawan
Kemenparekraf kampanye gerakan BISA di Bromo dengan aksi bersih-bersih 

SURYATRAVEL.COM,  PROBOLINGGO – Industri pariwisata di Indoneisa diprediksi kembali normal dalam dua tahun kedepan.

Diungkapkan  Kurleni Ukar,  Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) saat kampanye gerakan BISA (Bersih, Indah, Sehat, Aman) di Lautan Pasir Bromo Tengger Semeru, pekan kemarin.

"Jadi dari lembaga-lembaga internasional itu memprediksi pariwisata pulih dalam dua tahun ke depan. Memang tidak bisa pulih secepat itu, dua tahun ke depan 

artinya berarti 2023, kecuali vaksin sudah ada dan pandemi benar-benar sudah bisa diatasi," kata Kurleni.

Sebab itu, dirinya berpesan kepada warga sekitaran Tengger, Bromo untuk  benar-benar menerapkan 3 protokol kesehatan. Supaya para wisatawan bisa percaya jika tempat wisata telah aman dari penyebaran virus. 

"Kita kan memasuki adaptasi kebiasaan baru jadi kita harus siap pakai  masker, cuci tangan, dan jaga jarak. Karena hanya ini yang bisa mendongkrak rasa kepercayaan kembali para wisatawan," ucapnya.

Kampanye BISA ini telah serentak diadakan di 38 kabupaten tempat wisata di Indonesia.

Acara ini diharapkan bisa meningkatkan kebersihan di destinasi wisata, sebab penilaian kebersihan dan kesehatan di Indonesia masih rangking 102 dari 140 negara.

"Jadi selain aksi untuk membantu pelaku ekonomi pariwisata tapi semoga rangking yang jelek sekali ini semoga lebih baik  baik lagi sebelum ada Covid-19," ujarnya.

Sementara pelaksanaan hari kedua, gerakan BISA di Bromo, kembali melakukan aksi bersih-bersih.

Kemenparekraf dan masyarakat sekitar mengumpulkan sampah-sampah botol plastik, atau bungkus makanan yang berserekan di Lautan Pasir Bromo Tengger Semeru.

Tarik Wisatawan Ke Bromo Kemenparekraf Kampanye BISA Dan Patuhi Protokol Kesehatan

Rindu Dengan Kemolekan Gunung Bromo Begini Protokol Kesehatan Yang Harus Dipatuhi

Kurleni pun berpesan menjaga higienis tempat wisata tidak berhenti saat gerakan BISA berlangsung. Melainkan bisa berlanjut dalam kehidupan sehari-hari.

"Harapannya ini tidak hanya dilakukan saat ada acara dilaksanakan tetapi protokol kesehatan bisa benar-benar diterapkan kehidupan setiap hari, biar wisatawan yang lihat bisa merasa aman dan nyaman," pungkasnya. (tony hermawan)

Ikuti kami di
Editor: Wiwit Purwanto
Sumber: Surya
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved