Air Mancur Berkabut

Jadi Jujugan Warga Pengunjung Air Mancur Berkabut Di Alun Alun Surabaya Dibatasi

"Untuk saat ini, pengunjung Alun Alun Surabaya di Balai Pemuda kami batasi. Ini demi kenyamanan bersama agar tidak berkerumun di tempat baru ini,"

suryatravel/yusron naufal putra
Warga menikmati air mancur berkabut di alun-alun Surabaya 

SURYATRAVEL.COM, SURABAYA - Pengunjung Alun Alun Surabaya di komplek Balai Pemuda sebagai destinasi baru dengan fasilitas air mancur berkabut kini dibatasi. Sebelumnya tempat ini dibanjiri warga sehingga menjadi sorotan karena masih dalam masa pandemi.

"Untuk saat ini, pengunjung Alun Alun Surabaya di Balai Pemuda kami batasi. Ini demi kenyamanan bersama agar tidak berkerumun di tempat baru ini," kata Kepala Disbudpar Kota Surabaya Antiek Sugiharti, Rabu (9/9/2020).

Selanjutnya pengunjung yang hendak menikmati sensasi air mancur berkabut yang di Balai Pemuda itu dibatasi maksimal 200 pengunjung. Jumlah ini ideal untuk luasan alun-alun sekitar 400 meter persegi.

Kebijakan ini kata Antiek lantaran saat ini masih perlu melindungi tempat keramaian di saat pandemi corona belum sepenuhnya reda. Apalagi tempat itu dipadati pengunjung saat mulai dibuka beberapa waktu lalu. 

Karena berada di tengah kota, destinasi Alun Alun dengan air mancur berkabut itu menjadi jujugan warga. Terutama saat malam minggu dan liburan. Pengunjung bisa mencapai ratusan.

 "Pembatasan pengunjung ini akan berlaku hingga beberapa waktu ke depan. Sampai kapan, masih belum bisa kami putuskan," kata Antiek.

Pagelaran Seni Di Alun Alun Surabaya Dibatalkan Warga Yang Datang Banyak Yang Kecele

Petugas akan siaga di lokasi untuk terus memantau situasi di alun alun baru itu. Mereka terus mengingatkan pengunjung agar mematuhi protokoler kesehatan. Tidak bergerombol, bermasker, dan  cuci tangan.

Untuk memastikan kapasitas pengunjung di saat pandemi begini, petugas berbeda disiagakan di pintu masuk dan keluar alun alun. Begitu dihitung jumlahnya sekitar 200 maka tidak boleh ada pangunjung baru. 

Ikuti kami di
Penulis: Wiwit Purwanto
Editor: Wiwit Purwanto
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved