Destinasi Wisata Malang

5 Destinasi Wisata Di Malang Bisa Untuk Akhir Pekan Ada Air Terjun Hingga Wisata Sejarah

destinasi wisata di kabupaten Malang sudah buka dan siap dikunjungi dengan protokol kesehatan buat berakhir pekan cocok sekali

Penulis: Wiwit Purwanto
Editor: Wiwit Purwanto
suryatravel/erwin wicaksono
Lesehan di sekitar kawasan Air Terjun Coban Jahe 

SURYATRAVEL.COM, SURABAYA - Sektor pariwisata di Kabupaten Malang mulai bergeliat kembali, setelah sempat ditutup akibat pandemi Covid-19. Kini, pengelola pariwisata bersiap terapkan kebiasaan baru kunjungan wisata. 

1. Air Tejun Coban Jahe

Seperti wisata air terjun Coban Jahe, Desa Pandansari Lor, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang.

"Sekarang masih uji coba, jadi sambil menunggu izin pembukaannya secara resmi kami lakukan pembersihan dan perbaikan disini (Coban Jahe),” ujar Pengelola Coban Jahe, Hadi Suyitno.

Hadi menerangkan, pengelola telah memberikan fasilitas penunjang protokol kesehatan.  "Seperti tempat cuci tangan, banner peringatan Covid 19. Bangku tempat duduk juga diberi jarak," beber Hadi.

Situasi wabah corona memaksa pekerja di wisata Coban Jahe memutar otak agar dapat mendapat penghasilan.

Coban Jahe kini telah menerima kunjungan. Namun masih sepi. Sektor yang diandalkan kali ini pada penjualan kuliner.

"Jadi ada bakso dan cemilan lainnya mereka (pengunjung) makan di rumah pohon dengan panorama hutan pinus," kata Hadi.

Penghasilan dari sektor kuliner itu digunakan untuk biaya perawatan sarana dan prasarana di Coban Jahe.

“Dulu sebelum pandemi saat akhir pekan ada 2500 sampai 3000 pengunjung. Sekarang hanya 100 an saja. Masih sepi," tutupnya.

Wisata air terjun itu yakni, Coban Jahe di Desa Pandansari Lor, Coban Siuk dan Coban Sisir di Desa Taji, juga Coban Jodo dan Coban Jidor di Desa Ngadirejo.

"Protokol kesehatan pengelolanya sudah disiplin. Namun, pengunjungnya yang masih harus terus diingatkan disiplinnya. Saat di loket pakai masker. Lalu saat di air terjun gak pakai masker,” terang Hadi Sucipto. 

2. Rileks Sejenak Di Air Terjun Coban Singo

Keindahan air terjun yang masih alami banyak terdapat di kawasan Kabupaten Malang. Salah satunya adalah Air Terjun Coban Singo yang terletak di Desa Ngadirejo, Kecamatan Jabung. 

Air terjun Coban Singo masih sangat alami, hampir jarang terjamah manusia. Untuk menjangkaunya membutuhkan tenaga ekstra dan fisik yang kuat.

Air Terjun Coban Singo yang terletak di Desa Ngadirejo, Kecamatan Jabung
Air Terjun Coban Singo yang terletak di Desa Ngadirejo, Kecamatan Jabung (suryatravel/erwin wicaksono)

Coban Singo termasuk satu jalur dengan rute menuju Coban Jodho, wisatawan harus berjalan kaki selama 45 menit dari penitipan motor. Kondisi jalanan pun tak ramah. Terjal. Licin dan diapit jurang dan tebing.

Sebelum menjangkau Coban Singo, wisatawan wajib menyusuri sungai. Karena tak ada jalan lain.  Saat pagi hari air sungai itu sungguh dingin. Sepanjang perjalanan kicauan burung ramai terdengar. Suaranya selaras dengan arus deras air..

Tak lama kemudian, wisatawan sampai di Coban Singo. Air terjun ini bermuara pada kubangan air yang tidak dalam. Sehingga tidak berbahaya untuk mandi.  "Suasananya begitu tenang. Akhirnya saya memutuskan untuk mandi melepas penat," kata salah satu pengunjung, Adhi Rizal.

Pada sisi kan kiri Coban Singo, terdapat tebing yang menyerupai tembok. Bersandar di tebing tersebut punya sensasi berbeda. "Bentuknya seperti tembok ratapan di Israel," ujarnya.

Derasnya air bisa jadi alternatif redakan ketegangan di punggung akibat rutinitas padat.  "Berdiam diri sebentar di bawah air terjun bisa relaks sejenak," ungkapnya. 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved