Museum Musik Indonesia

Koleksi Piringan Hitam Lagu Indonesia Raya 3 Stanza Masih Enak Di Dengar

Museum Musik Indonesia (MMI). Sejumlah koleksi lagu lagu jaman dulu termasuk piringan hitam masih bisa didengarkan enak di museum ini

suryatravel/kukuh kurniawan
Fredi Batubara (kaus biru gelap) berfoto bersama pendiri Museum Musik Indonesia, Hengki Herwanto, 

SURYATRAVEL.COM, MALANG – Jalan jalan ke Kota Malang ada baiknya mampir ke Museum Musik Indonesia (MMI). Sejumlah koleksi lagu lagu jaman dulu termasuk piringan hitam masih bisa didengarkan enak di museum ini.

Salah satunya adalah lagu kebangsaan Indonesia Raya 3 Stanza yang ada di salah satu koleksi piringan hitam di museum yang berada di Jalan Nusakambangan, Kecamatan Klojen, Kota Malang.

MMI Malang ini juga menarik perhatian salah satu cicit dari kaka kandung WR Soepratman yakni Fredi Batubara yang Sabtu (12/9/2020) siang berkunjung ke MMI..

Fredimengatakan kedatangan mereka untuk mendengarkan piringan hitam yang berisi instrumen lagu Indonesia Raya.

"Saya adalah cicit dari Ngadini, dan Ngadini itu adalah kakak kandung dari W.R Soepratman. Saya sama keluarga ingin tahu berbagai koleksi yang ada di Museum Musik Indonesia. Sekaligus juga mendengarkan piringan hitam instrumen lagu Indonesia Raya 3 stanza," ujarnya.

Ia mengaku sangat kagum, semua koleksi piringan hitam termasuk piringan hitam instrumen lagu Indonesia Raya 3 stanza yang berada di MMI masih terawat dengan baik.

"Tadi selain saya mendengarkan piringan hitam Indonesia Raya, juga mendengarkan piringan hitam dari Koes Plus dan Iwan Fals. Meskipun telah lama, namun piringan hitam di MMI sangat terawat dengan sempurna. Bahkan tadi saat saya dengarkan suaranya, masih sangat jelas dan jernih," ungkapnya.

Sementara itu pendiri Museum Musik Indonesia, Hengki Herwanto mengaku terkejut atas kedatangan dari keluarga pencipta lagu Indonesia Raya tersebut.

"Kedatangannya sangat mendadak dan tanpa pemberitahuan. Tadi kunjungan mereka ke sini juga cukup lama, mulai jam 12.30 WIB hingga 14.00 WIB," bebernya.

Saking senangnya datang ke MMI, bahkan mereka hendak membeli piringan hitam yang berisi instrumen lagu Indonesia Raya milik koleksi MMI.

"Tetapi sama saya tidak diperbolehkan, karena piringan hitam tersebut cukup langka. Selain produksi dari Lokananta, piringan hitam itu juga keluaran tahun 1965. Akhirnya beliau membeli souvenir berupa CD lagu perjuangan dan kaus Museum Musik Indonesia," tandasnya. (kukuh kurniawan)


Ikuti kami di
Editor: Wiwit Purwanto
Sumber: Surya
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved