Puncak Badean Jember

Piknik Asyik Nikmati Alam Pedesaan Gowes ke Puncak Badean Karangpakel Jember

puncak Badean Jember, cocok untuk rekreasi alam dengan bersepeda, lokasinya di Dusun Karangpakel Desa Badean Kecamatan Bangsalsari, Jember

Editor: Wiwit Purwanto
suryatravel/sri wahyuni
Puncak Badean jadi jujugan untuk bersepeda sambil menikmati keindahan alam 

SURYATRAVEL.COM, JEMBER – Pemandangan dan keindahan alam Kabupaten Jember patut untuk di kunjungi, salah satunya adalah rute gowes sekaligus wisata alam ke Puncak Badean di Dusun Karangpakel Desa Badean Kecamatan Bangsalsari, Jember, bisa menjadi alternatif.

Jika mengacu pada peta digital, jarak kawasan wisata itu dari pusat Kota Jember sekitar 25 Km. Namun jika bisa menemukan rute lebih pendek, maka bisa dipangkas hanya sekitar 20 - 22 Km.

Surya menjelajah Wisata Puncak Badean sembari nggowes, Minggu (13/9/2020) Dari titik kumpul Kelurahan Tegalbesar Kecamatan Kaliwates, salah satu kelurahan kota di Jember, hanya menempuh rute 20 Km sekali jalan hingga ke lokasi Wisata Puncak Badean.

Rute yang bisa dipilih adalah melewati jalur utama yakni Jl Gajahmada sampai ke Teminal Tawangalun, kemudian melipir melewati jalanan Desa Rambigundam Kecamatan Rambipuji.

Gowes sambil menikmati keindahan alam menuju Puncak Badean
Gowes sambil menikmati keindahan alam menuju Puncak Badean (suryatravel/sri wahyuni)

Dari Balai Desa Rambigundam, sedikit ke utara, anda bisa menemukan jalanan berpaving di sisi kiri jalan dari arah balai desa. Susurilah jalur itu hingga mencapai Desa Gugut Kecamatan Rambipuji.

Goweser bisa mengikuti jalan aspal antar kecamatan dan pedesaan itu sampai mencapai Desa Badean Kecamatan Bangsalsari, setelah melewati Desa Kemuningsari Lor Kecamatan Panti.

Untuk menuju Wisata Puncak Badean, goweser maupun pengunjung bisa berpatokan pada Lapangan Desa Badean. Dari lapangan itu itu, masuk menyusuri jalanan pedesaan beraspal sepanjang 2 Km. Bagi goweser, tantangan seru melewati jalur tersebut sampai ke tempat wisata. Jalur sepanjang 2 Km itu menanjak, jalanan khas menuju kawasan pegunungan.

Maklum saja, Wisata Puncak Badean memang berada di kaki Gunung Argopuro. Tanjakan seru sepanjang 2 Km akan terbayar dengan kesegaran air Sungai Karangpakel, juga keindahan pemandangan Puncak Badean.

Air sungai yang segar, dan jernih langsung bisa menjadi jujugan goweser, juga pengunjung. Bebatuan yang tersebar di sungai tersebut, memudahkan siapa saja untuk menikmati kesegaran air sungai.

Ada beberapa tempat yang dibendung memakai bebatuan sungai sehingga membentuk kolam alami. Pengunjung berenang di kolam alami itu. Anak-anak terlihat mengendarai ban sambil berenang.
Pengunjung juga bisa menyusuri aliran sungai memakai ban (tubbing) sampai ke kolam sungai sisi bawah.

Air sungai Badean yang segar dan dingin jadi daya tarik tersendiri di wisata alam Puncak Badean
Air sungai Badean yang segar dan dingin jadi daya tarik tersendiri di wisata alam Puncak Badean (suryatravel/sri wahyuni)

Sementara itu, di sisi lain, juga ada air terjun. Air terjun itu bisa disebut air terjun buatan, meskipun aliran airnya alami. Aliran air bersumber dari sumber mata air di kawasan atas tempat wisata tersebut. Salah satu alirannya dibelokkan, dan terjatuh di salah satu sisi tempat wisata itu.

Pengelola juga terlihat mengepras beberapa ruas tebing areal berkontur perbukitan tersebut, sehingga air terjun itu terlihat lebih tinggi.

Sejumlah gazebo tersebar di beberapa titik. Pengunjung bisa beristirahat, atau menjadi tempat makan bersama. Bagi mereka yang tidak kebagian gazebo, bisa makan di pinggir sungai atau tepi sawah di pinggir sungai tersebut.

Puncak Badean terbilang baru. "Baru empat bulan jalan. Yang ramai baru dua bulan terakhir," ujar Husen, seorang penjual makanan ringan dan minuman di tempat tersebut.

Husen menuturkan, tempat wisata itu dikelola oleh Bumdes Badean. Karenanya, beberapa fasilitas yang disediakan juga milik Bumdes. "Seperti ban ini milik desa. Ada 64 ban yang kami sediakan dan bisa disewa pengunjung," ujar Husen.

Tempat wisata itu belum resmi dibuka meskipun sudah ramai pengunjung. Karenanya, tidak ada tiket masuk ke tempat tersebut. Pengunjung hanya cukup membayar jasa parkir kendaraan bermotor.
Namun bagi anda goweser, bisa menaiki sepeda hingga ke tepi sungai.

Meskipun baru, pengelola telah menyediakan beberapa fasilitas, seperti MCK. Beberapa tempat sampah juga tersedia di beberapa tempat.

Di masa pandemi ini, pihak desa juga memasang papan berisi imbauan berwisata di tatanan baru. Imbauan itu antara lain meminta warga memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.
Vida, seorang pengunjung mengaku tempat tersebut memiliki potensi bagus jika ditata lebih maksimal.

"Tempatnya asyik, karena alami dan menyediakan pemandangan alam yang bagus. Punya potensi, apalagi jika ditata lebih bagus lagi," tandasnya (sri wahyuni)

Sumber: Surya
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved