Temuan Benda Kuno

Gali Tanah Untuk Buat Sumur Warga Bondowoso Temukan Benda Benda Kuno

Sejumlah benda benda kuno ditemukan seorang warga Bondowoso, Jawa Timur. Benda benda ini diduga kuat adalah benda benda pra sejarah

Editor: Wiwit Purwanto
suryatravel/danendra
Lokasi sumur yang digali Abdul Ghani untuk mencari sumber air berada tepat di samping kanan rumah, Rabu (16/9) 

SURYATRAVEL.COM, BONDOWOSO – Sejumlah benda benda kuno ditemukan seorang warga Bondowoso, Jawa Timur. Benda benda ini diduga kuat adalah benda benda pra sejarah yang hingga kini masih di teliti asal usulnya.

Abdul Ghani Warga Desa Alas Sumur, Pujer, Bondowoso tak menyangka bakal menemukan sejumlah benda kuno di dalam sumur yang ia gali di samping kanan rumah.

Benda-benda tersebut antara lain, batu bata merah dengan corak garis melengkung dan lurus, fragmen porselen (keramik) bermacam warna, adapula keranga tulang.

Abdul menceritakan, sebelum menemukan benda-benda kuno itu, ia mencari sumber air untuk keperluan sehari-hari. Ia pun, menggali tanah berdiameter sekitar 40 cm di samping kanan rumah untuk dibikin sumur dengan alat sederhana.

"Awalnya, saya mencari sumber air dengan cara menggali tanah di samping rumah," katanya, Rabu (16/9).

Perlahan, dia pun menggali tanah dengan linggis dan pacul kecil. Setelah, Abdul menggali tanah hingga kedalaman 5 meter, Ia mendapati benda kuno di dinding tanah galian.

Abdul menyebutkan, benda kuno itu tak ditemukan di satu titik saja. Sebab, posisi benda kuno itu berada pada sebuah lapisan tanah.

Lapisan, pertama, Abdul menemukan kerangka tulang yang sudah tak utuh. Pada saat itu, posisi kerangka tulang tak tertimbun di dalam tanah. Kerangka tulang tersebut tercecer pada sebuah lobang besar.

Di bibir lubang, terdapat mangkok bercorak titik-titik putih menyerupai awan di cekungannya. Selain itu, Di dalam mangkok berisi air dan bunga. Bentuk mangkok masih utuh.

"Lubangnya besar di sebelah barat dinding sumur. Orang dewasa bisa masuk ke lubang tersebut dengan cara merangkak. Saya tak berani masuk, hanya melihat dari bibir lubang itu," terangnya.

Ia terus menggali dirinya mendapati pecahan atau fragmen porselen. Fragmen porselen ditemukan di lubang yang lebih kecil. "Jadi, ada dua lubang di sana. Tapi lebih kecil dari lubang yang ke dua," paparnya.

Tak berhenti di situ, Abdul tetap melanjutkan penggalian. Abdil menggali tak terlalu dalam, pada lapisan ke empat ini, ia menemukan struktur batu bata merah.

Batu bata merah tersebut posisinya tertimbun di bawah pasir yang menurutnya aneh, karena berwana hitam dan halus. Abdul memperkirakan lapisan pasir hitam yang menimbun batu bata merah ketebalannya sekitar 2 cm.

"Sebagian batu bata saya angkat ke atas. Ada yang masih utuh, ada yang retak karena terkena pacul," pungkasnya. (danendra kusuma)

Sumber: Surya
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved