Festival Kampung tematik

Mulai Oktober Kota Malang Gelar Festival 15 Kampung Tematik

bakal digelarnya Festival Kampung Tematik di Kota Malang pada Oktober 2020 mendatang.diikuti 15 kampung tematik

suryatravel/rifky edgar
Kampung Warna Warni Jodipan Malang buka kembali untuk wisatawan 

SURYATRAVEL.COM, MALANG - Kota Malang sebagai kota yang memiliki beragam destinasi wisata kini mulai bergeliat kembali. Ini ditandai bakal digelarnya Festival Kampung Tematik di Kota Malang pada Oktober 2020 mendatang.

Sebanyak 15 kampung tematik di Kota Malang akan menggelar serangkaian kegiatan secara bergantian.

Kampung tematik tersebut di antaranya ialah Kampung Tridi, Kampung Lampion, Kampung Keramik Dinoyo, Kampung Warna Warni, Kampung Biru Arema, Kampung Budaya Polowijen, Kampoeng Kajoetangan Heritage.

Kemudian Kampung Kuburan Londo, Kampung Terapi Hijau, Kampung Glintung Water Streat, Kampung Gribig religi, Kampung Wisata Tempe Sanan, Kampung Sinau Budoyo Satrio Turonggo Jati, Kampung 1000 Topeng dan Kampung Putih.

"Karena kami tidak tahu pandemi Covid-19 akan berakhir kapan. Jadi saatnya kita bangkit kembali dan membuka kembali destinasi wisata," ucap Ki Demang Ketua Forkom Pokdarwis Kota Malang.

Dia menyampaikan, digelarnya acara ini untuk membangkitkan semangat baru dengan mengawali dibukanya kembali semua kampung tematik di Kota Malang.

Kegiatan tersebut nantinya digelar guna memastikan wisatawan dapat menikmati kembali wisata di Kota Malang dengan adaptasi kebiasaan baru.

"Tentu saja nanti dengan menerapkan protokol kesehatan. Dan Festival Kampung Tematik juga difasilitasi oleh Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang," ucapnya.

Dari data yang dihimpun oleh Disporapar Kota Malang, saat ini terdapat 21 Kampung Tematik yang ada di Kota Malang.

Kepala Disporapar, Ida Ayu Made Wahyuni mengatakan, Festival Kampung Tematik tersebut menjadi salah satu rangkaian kegiatan yang mereka inisiasi menjelang akhir tahun.

Acaranya hanya menampilkan kegiatan dengan mengangkat tema dan kearifan lokal yang ada di tiap-tiap kampung tematik.

"Jadi tidak digelar meriah banget ya, karena saat ini masih pandemi Covid-19. Belum boleh ada kerumunan. Jadi di tiap kampung nanti yang menyelenggarakannya," lanjutnya.

Dayu berharap, melalui Festival Kampung Tematik tersebut nantinya dapat memulihkan lagi sektor perekonomian warga di Kota Malang.

"Festival ini tidak mengundang tamu dari luar ya. Dan kapasitas nanti akan kami batasi termasuk menerapkan protokol kesehatan," tandasnya.(rifky edgar)

Ikuti kami di
Editor: Wiwit Purwanto
Sumber: Surya
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved