Berburu Foto Instagramable Berlatar Hamparan Bunga Kenikir di Taman Bunga Refugia Mojokerto

Tersembunyi di daerah yang tidak bisa langsung diakses mobil, Kampung Organik Brenjonk di Kabupaten Mojokerto menawarkan pemandangan luar biasa.

ist
 Wisatawan berswafoto di hamparan Taman bunga Refugia Kampung Organik Brenjonk di Desa Penanggungan, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto 

SURYATRAVEL.COM | MOJOKERTO – Pemandangan hamparan kebun bunga yang indah menjadi suguhan menarik hati yang ditawarkan di Kampung Organik Brenjonk, Desa Penanggungan, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto.

Desa wisata ini berada persis di tengah sawah ketinggian 800 Mdpl yang memiliki view landscape yang ciamik memukau lantaran memiliki latar belakang dua pegunungan, yaitu Gunung Penanggungan dan Gunung Welirang.

Wisatawan juga tak segan masuk ke tengah taman bunga Refugia yang membentang luas sejauh mata memandang berwarna kuning. Wisatawan lokal di sini biasa menyebut Taman Bunga Regufia sebagai Korea-nya Mojokerto.

Kampung Organik Brenjonk mempunyai dua koleksi jenis bunga refugia yaitu bunga kenikir dan bunga kertas. Namun paling dominan adalah tanaman bunga kenikir yang tumbuh subur

Banyak wisatawan yang menjadikan taman bunga Refugia ini sebagai salah satu referensi berwisata di kawasan Trawas saat liburan akhir pekan.

Apalagi, biaya masuk di Kampung Organik Brenjonk ini sangat murah, hanya Rp.5000 untuk parkir.

Keberadaan taman bunga Brenjonk ini lokasinya di pelosok sehingga cukup sulit ditempuh kendaraan roda empat dan mobil di parkir cukup jauh. Pengunjung mesti berjalan kaki menyusuri jalan makadam sambil menikmati pemandangan khas pedesaan menuju ke lokasi wisata.

Vina (26) warga Kenjeran Surabaya, mengatakan dua kali ini mengunjungi Taman bunga Refugia saat berada di Mojokerto. Ia bersama adiknya menyukai pemandangan alam dan aneka makan minuman organik di kawasan wisata tersebut.

Direktur Kampung Organik Brenjonk, Slamet (50) menjelaskan, Kampung Organik Brenjonk berada di lahan persawahan seluas 5 hektar milik 40 petani warga setempat. Satu petani menyiapkan satu petak untuk menanam bunga Refugia.

"Keberadaan Taman Refugia ini sebenarnya kita bangun untuk menjadi daya tarik mendukung wisata kuliner sawah organik," ungkapnya.

Slamet sekaligus inisator Kampung Organik Brenjonk ini menuturkan Taman bunga Refugia punya tiga bukti fungsi sebagai tempat menciptakan predator alami yang dapat membasmi hama sawah seperti wereng, capung, hama penyakit tanaman padi. Kemudian, daun bunga kenikir bisa dikonsumsi diolah urap-urap dan lalapan.

"Daya dari ketiga menjadi wisata untuk swafoto dengan pemandangan alam pegunungan jadi daripada kita jauh-jauh ke Korea di sini sudah cukup," ucap dia.

Menurut dia, kampung Organik Brenjonk sudah ada sejak 12 tahun namun untuk Taman Bunga Refugia baru satu tahun ini. Paling ramai pengunjung pada hari libur akhir pekan Sabtu-Minggu.

"Kami punya sertifikat organik para petani kirim hasil panen beragam sayuran ke Surabaya," pungkasnya.

Ikuti kami di
Penulis: Wiwit Purwanto
Editor: Akira Tandika
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved