Kuota Pengunjung Wisata Gunung Bromo Ditambah Jadi 40 Persen, Tiket Bisa Diperoleh Secara Online

Pengelola Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menambah kuota pengunjung dari 20 persen menjadi 40 persen.

Penulis: Wiwit Purwanto
Editor: Akira Tandika
ist
Komunitas mobil mengunjungi wisata gunung Bromo yang dibuka kembali sejak Agustus 2020 silam. Saat ini, TNBTS menambah kuota pengunjung dari 20 persen menjadi 40 persen. 

SURYATRAVEL.COM, SURABAYA – Pengelola Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menambah kuota pengunjung. 

Sebelumnya, sejak wisata gunung Bromo dibuka kembali pada akhir Agustus silam, perharinya hanya tersedia tiket sebesar 20 persen dari kapasitas maksimal.  

Namun sejalan dengan penerapan protokol kesehatan kini kuota kunjungan wisatawan ditambah menjadi 40 persen.

"Pada saat awal buka daya tamping wisatawan sesuai protokol kesehatan hanya 20 persen saja, kemudian kita evaluasi karena takut ada kluster baru, hasil evaluasi tim terpadu Pemkab Probolinggo, kepolisian, TNI, masyarakat adat hasilnya baik maka kita tingkatkan kuotanya dari 20 persen jadi 40 persen," kata John Kennedy Kepala TNBTS, Senin (05/10/2020).

Beberapa hal yang membuat otoritas setempat menambah jatah kunjungan wisatawan karena tempat wisata tersebut mematuhi protokol kesehatan.

Misalnya saja, di beberapa titik terpasang tempat cuci tangan yang lengkap hand sanitizer. Warga setempat juga terlihat memakai masker. Selain itu rumah makan, hotel dan seluruh yang terlibat dalam Wisata Bromo menerapkan protokol kesehatan.

Meski ada sudah ada tambahan kuota pihak TNBTS tetap menetapkan protokol kesehatan ketat bagi wisatawan.

Misalnya aturan wisatawan yang ingin berkunjung tetap harus melakukan pendaftaran melalui online. Kemudian wisatawan juga harus membawa surat sehat, jika tidak bisa menunjukkan surat sehat bisa dipastikan wisatawan bakal terancam balik oleh penjaga setempat.

"Semua pendaftaran harus booking online dan bayar registrasi secara online untuk mengurangi risiko bersentuhan. Termasuk harus ada surat sehat, jadi protokol kita tetap ketat," lanjutnya.

John bercerita, ekonomi di kawasan Wisata Bromo sempat lesu. Jeep-jeep tidak lagi jalan, banyak warung yang tutup.

“Tapi ekonomi sekarang sudah jalan. Intinya kesehatan tetap penting tapi ekonomi juga harus jalan. Dan semoga ini terus baik jadi kuota ini bisa bertambah sampai maksimal 50 persen," tutupnya.

Melarikan Diri dari Pandemi Dengan Mendaki Bukit Watu Bengkah di Kediri

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved