Kondang Sebagai Kawasan Pertanian Bunga, Desa Sidomulyo Kota Batu Kukuhkan Diri Sebagai Desa Wisata

Desa Sidomulyo di Kota Batu yang selama ini kondang sebagai kawasan pertanian bunga, mengukuhkan dirinya sebagai desa wisata.

ist/youtube kompas tv
Salah satu lokasi budidaya tanaman hias di desa Sidomulyo, Kota Batu 

SURYATRAVEL. BATU - Desa Sidomulyo di Kota Batu mendeklarasikan diri menjadi desa tujuan wisata. Menggandeng Universitas Brawijaya, Pemerintah Desa Sidomulyo telah menyediakan fasilitas tujuan wisata.

Wisata tanaman hias, terutama bunga, menjadi andalan wisata di Desa Sidomulyo. Karena itu, kepala Desa Sidomulyo, Suharto mengatakan wisatawan akan mendapatkan pengalaman menanam hingga memetik bunga. Jadi, selain berwisata, wisatawan juga mendapatkan edukasi tentang tanaman hias.

“Kami akan adakan paket wisata, tujuannya juga ada petik apel dan potong bunga. Di sini kan tidak hanya bunga polybag, ada mawar dan krisan yang bisa dipotong. Jadi nanti wisatawan bisa menikmati panen bunga, potong sendiri, dibawa pulang, setelah itu bagaimana cara menanam bunga sampai edukasi okulasi dan stek,” paparnya.

Pertanian bunga menjadi penyokong roda perekonomian Desa Sidomulyo. 90 persen rotasi perekonomian bersumber dari pertanian tanaman hias. 85 persen penduduk Sidomulyo merupakan petani tanaman hias, sisanya adalah petani apel dan jenis tumbuhan lainnya.

“Di sini, 85 persen petani bunga. Jumlah itu dari sekitar hampir 8000 penduduk. Ya sangat besar pengaruhnya terhadap pendapatan warga dan pemerintah desa, saya tidak bisa bicara masalah itu karena itu suatu wujud bagi warga,” kata Suharto.

Selama pandemi, para petani tanaman hias tidak banyak terdampak. Sebaliknya, mereka banyak meraup untung karena ternyata tanaman hias mengalami permintaan yang tinggi.

Ketua Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM), Universitas Brawijaya, Dr Siti Asmaul Mustaniroh mengatakan, kehadiran para akademisi dari Universitas Brawijaya untuk membantu mengembangkan potensi wisata di Sidomulyo.

"Kegiatan kami di sini, merupakan program pemberdayaan masyarakat untuk pengembangan wisata di Kota Batu," katanya.

Wisata agro menjadi tujuan wisata yang populer belakangan ini. Baik di tingkat lokal, regional bahkan nasional. Potensi wisata itu harus dikemas dengan kearifan lokal daerah masing-masing.

"Kami dari Universitas Brawijaya bergerak mengembangkan berbasis kearifan lokal. Kami dapat dukungan luar biasa dari desa. Harapan kami, semoga bisa mengembangkan masyarakat yang produktif di Desa Sidomulyo," terangnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: eben haezer
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved